JUMAT, 8 APRIL 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN — Program Pemerintah Pusat 1 juta rumah berdampak positif pada pengembang maupun masyarakat berpenghasilan rendah. Hal ini terbukti dalam waktu dua bulan, dari 1.500 unit yang tersedia oleh beberapa pengembang di Balikpapan telah laku terpesan sebanyak 1.250 unit.
| Perumahan di Balikpapan |
Ketua Komisariat Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan, Edi Juwadi mengungkapkan, dari sejumlah unit yang tersedia hanya tersisa 20 persen yang belum terjual dan penjualan dalam kurun waktu yang sangat cepat.
“Pembangunan perumahan satu juta rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah tahun ini sangat gencar. Bahkan peminatnya luas biasa besar,” terangnya saat dihubungi Jumat (8/4/2016).
Tingginya peminat rumah murah pastinya dirasakan sejumlah pengembang yang tergabung dalam REI di Balikpapan. Sejumlah kemudahan diberikan pemerintah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
| Edi Juwadi |
Edi mengatakan, intervensi pemerintah melalui berbagai kebijakan sangat berdampak positif seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan uang muka ringan dan cicilan rendah.
“Seluruh fasilitas ini mendorong pergerakan ekonomi khususnya pada reas estate. Rumah murah jadi angin segar ditengah lesunya penjualan perumahan menengah ke atas,” tandasnya.
Sementara itu, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) DPD Kaltim juga gencar dilakukan. Dari 1.200 unit rumah murah yang dikembangkan 15 developer 70 persen sudah dipesan. Penjualan terus ditingkatkan sejak tahun 2015. Kawasan timur dan utara kota dipilih sebagai daerah pengembangan.