Universitas Wiraraja Berikan Beasiswa Penuh Bagi Anak Kepulauan

JUMAT, 8 APRIL 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul

SUMENEP — Dalam rangka mengembangkan potensi daerah kepulauan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur membuat Universitas Wiraraja daerah setempat membuka peluang besar bagi putra-putri berprestasi untuk mendapatkan biaya beasiswa penuh selama menjalani pendidikan, namun ketika nanti mereka sudah lulus harus pulang ke kampung halamannya.
Alwiyah, Rektor Universitas Wiraraja Kabupaten Sumenep
Terobosan baru yang dilakukan oleh satu-satunya universitas di ujung timur pulau garam ini mengingat banyaknya putra-putri dari kepulauan selama ini banyak yang memiliki prestasi. Prestasi tersebut nantinya mereka bisa mengembangkan potensi yang ada di pulau, agar kedepan wilayah kepulauan di daerah ini mengalami perkembangan secara signifikan.
“Saat ini kami sedang bekerjasama dengan persatuan guru BK untuk mulai menyeleksi anak-anak dari kepulauan yang berprestasi secara akademik maupun non akademik, kemudian akan diberikan beasiswa,” kata Alwiyah, Rektor Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Jumat (8/4/2016).
Disebutkan, bahwa mereka yang memiliki prestasi dan sudah dilakukan seleksi, nantinya harus menandatangani kontrak dengan pihak kampus. Apabila nanti sudah lulus, harus pulang ke kampung halamannya untuk mengembangkan potensi daerah yang ada di pulau, agar dapat memberikan kontribusi yang jelas kepada masyarakat dari ilmu yang mereka peroleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
“Kalau kami menginginkan dari keperawatan, kebidanan dan guru, karena kita kan punya FKIP dan IPA juga. Jadi mereka kita kontrak dan diberikan beasiswa penuh untuk kembali ke daerahnya masing-masing nanti ketika sudah lulus kuliah,” jelasnya.
Menurutnya, sejak dulu kampus tersebut memang sudah memiliki banyak mahasiswa dari kepulauan, tetapi mereka dengan ketersedian semua fasilitas yang ada di daratan pada saat menjalani pendidikan, maka mereka ketika sudah lulus sangat jarang untuk mengembangkan daerah di kampung halamannya, sebab di kepulauan ketersediaan sarana dan prasarana teknologi kurang memadai.
“Jadi ketika fasilitas listrik, internet dan semuanya ada saat menjalani pendidikan di daratan, mereka ketika lulus malas untuk pulang ke kampung halamannya, sehingga mereka memilih mencari pekerjaan di daratan,” paparnya.
Padahal di daerah kepulauan sangat membutuhkan putra-putri daerah setempat yang sudah memiliki pengetahuan serta wawasan yang luas agar dapat mengembangkan potensi yang ada, sehingga tidak kalah dengan daerah yang sudah memiliki sarana dan prasara cukup memadai.
“Yang membuat kami tertarik, kalau kita meberikan beasiswa peduli kepulauan anak itu harus pulang untuk mengabdi di pulaunya,” pungkasnya.?
Lihat juga...