JUMAT, 8 APRIL 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid
SOLO — Ratusan pedagang pasar Karangpandan meminta Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, cepat dalam merespon kebutuhan pedagang, pasca ratusan kios milik mereka ludes terbakar. Para pedagang meminta agar Pemkab setempat membuatkan pasar darurat sementara, agar tetap dapat mengais rejeki, di tengah musibah yang terjadi.

“Kami berharap pemerintah secepatnya membangunkan pasar darurat, agar kami bisa menyambung hidup. Jika dibiarkan seperti ini terus nasib keluarga kami bagaimana. Apa pemerintah mau menjamin kebutuhan kami setiap harinya,” sebut salah satu pedagang Soni, kepada Cendana News, Jumat siang (8/4/2016).
Pedagang saat ini kondisinya tengah terpuruk. Selain kehilangan barang dagangan karena ludes terbakar, mereka juga bingung untuk mencari modal agar tetap bisa menyambung hidup. Sejauh ini, yang telah dilakukan pemerintah melalui kepala pasar Karangpandan, masih fokus dalam pendataan tingkat kerugian pedagang.
“Sedangkan untuk pasar darurat atau pasar sementara untuk kami belum ada kejelasan,” ungkapnya.
Menurutnya, kebakaran yang terjadi pada Rabu dini hari (6/5) lalu, tidak hanya barang dagangan saja, tetapi uang senilai Rp 3 juta berserta perhiasan juga hangus terbakar.
“Saya sendiri sudah habis-habisan, sisa uang untuk modal juga ikut terbakar,” paparnya.
Lurah Pasar Karangpandan, Sarno menyatakan, sedikitnya ada 198 kios yang habis terbakar dalam kejadian tersebut. Pasca kebakaran itu, pedagang meminta adanya pasar darurat agar tetab bisa berjualan. Meskipun sebagian besar masih kebingungan untuk mencari modal, namun adanya pasar darurat dapat kembali menghidupkan perekonomian pedagang maupun warga sekitar.
“Permintaan pedagang untuk pembangunan pasar darurat sudah kami sampaikan. Tinggal menunggu langkah dari pemerintah,” jelasnya.
Menurutnya, pasar tradisional itu sudah empat kali mengalami kebakaran dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Pasar darurat sendiri rencananya akan dibangunkan sisi utara pasar yang sudah terbakar tersebut.