RABU, 20 APRIL 2016
Jurnalis : M. Fahrul / Editor : Rustam / Sumber Foto : Fahrul
,
SUMENEP — Pembangunan Pasar Anom Baru, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur belum bisa dipastikan kapan dapat digunakan pedagang. Pemerintah tidak tidak bisa menekan investor, untuk mempercepat pembangunan, sebab dana yang dipakai bukan bersumber dari APBD.

Proses pembangunan Pasar Anom
Padahal para pedagang berharap agar pembangunan pasar segera selesai dalam waktu cepat. Mereka ingin cepat pindah dan menjajalkan barang dagangannya di pasar yang dianggap paling layak dan representative. Sebab lokasi yang ditempati para pedagang saat ini sangat memprihatinkan.
“Kami terus terang dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) yang menjadi mitra, hanya berharap mudah-mudahan apa yang disampaikan investor bisa sesuai jadwal,” kata Didik Untung Samsidi, Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Sumenep, Rabu (20/4/2016).

Pihaknya hanya bisa mendorong agar pembangunan pasar tradisinal pasca kebakaran segera selesai, sehingga para pedagang dapat memiliki tempat yang lebih baik..“Kalau yang menentukan target selesainya ya mereka sendiri (investor), sebab dari kami tidaka ada. Jadi kami hanya mendorong agar cepat selesai, karena korban kebakaran ini kan sudah lama,” jelasnya.
Menurutnya, apabila pembangunan tidak kunjung selesai, maka kondisi di pasar tersebut akan semrawut, bahkan juga akan dapat mengganggu keindahan kota. Sehingga ia hanya terus melakukan koordinasi dengan investor maupun tim tehnis supaya cepat diselesaikan..
“Kami harapkan seperti itu, kasihan mereka kalau diundur-undur terus, supaya juga keindahan kota tetap terjaga dan ke semrautan pasar bisa segera teratasi. Sedangkan kalau target urusannya disana, kami hanya mendorong,” paparnya.