JUMAT, 22 APRIL 2016
Jurnalis : Fahrul / Editor : Rustam / Sumber Foto : Fahrul
SUMENEP — Rencana kenaikan tarif bagi pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menuai sorotan. Pasalnya pelayanan yang diberikan selama ini belum memuaskan.
Meskipun sudah lama tarif air bersih di daerah ini dinaikkan bukan berarti harus mengurangi kwalitas pelayanan yang diberikan. Sah-sah saja jika tarif naik apabila pelayanan yang diberikan sangat memuaskan. Jangan lagi muncul keluhan, seperti kecilnya aliran air yang ke rumah-rumah pelanggan.
“Selama ini dengan tarif yang ada saja pelayanan masih belum memuaskan, karena pelayanan PDAM dan kwalitas air bersih masih minim, seperti sedikitnya waktu air mengalir ke rumah-rumah warga, sehingga terkadang air sering kekurangan,” kata Veros Afif (30), salah satu pelanggan PDAM asal Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, Jumat (22/4/2016).
Disebutkan, bahwa selama ini air yang mengalir kapasitasnya sangat kecil, sehingga warga yang berlangganan air bersih tersebut sering mengeluh, namun sayangnya upaya untuk meningkatkan pelayanan tidak ada sama sekali. Maka dari itu jika memang ingin menaikkan tarif lebih baik merubah dulu pelayanan serta kwalitas yang lebih baik.
“Aliran airnya sangat kecil kenapa harus dinaikkan, jadi kalau memang rencana kenaikan tarif tersebut bisa meningkatkan kwalitas dan pelayanan tidak masalah, selama kenaikan itu sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku,” jelasnya.
Menurutnya, apabila pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) daerah ini memang ingin berbenah dalam meningkatkan pelayanan mulailah dari sekarang agar dapat dapat terlihat oleh para pelanggan, sehingga apabila nantinya tarif dinaikkan warga sudah merasa puas, sebab bagi konsumen pelayanan bagus merupakan kepuasan yang paling utama.
“Lebih baik pelayanan terlebih dahulu diperbaiki, jangan langsung menaikkan harga begitu saja, karena selama ini untuk wilayah kota air menyala bukan 24 jam, tetapi hanya pagi dan sore itupun waktunya kurang lebih 3 jam, jadinya warga sering kurangan air bersih,” terangnya.
Minimnya waktu air menyala membuat ketersedian air apabila warga ada hajatan sering kekurangan, sebab aliran air yang kecil tidak mampu memenuhi kebutuhan. Selain itu para pelanggan juga menyayangkan banyaknya pipa yang karatan akibat tak terawat, sehingga sangat mengkhawatirkan akan menjadi pemicu menurunnya kwalitas dan kelcilnya saluran air.
“Kami khawatir dengan menurunnya kwalitas pipa dapat berpengaruh terhadap kebersihan air itu sendiri, jika tidak bersih itu kan berbahaya, karena air tersebut juga dijadikan konsumsi,” pungkasnya.