Nasi Jagung Masih Jadi Menu Pilihan Sarapan Pagi Warga Sumenep

MINGGU, 10 APRIL 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul

SUMENEP — Nasi jagung yang merupakan masakan tempo dulu rupanya hingga sekarang masih banyak diminati oleh masyarakat di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Bahkan masakan tersebut menjadi menu pilihan sarapan pagi. Rasa yang dimiliki masakan tersebut tidak kalah dengan aneka rasa masakan modern.
Pedagang Nasi Jagung
Pada zaman dahulu, masakan yang terbuat dari jagung itu dikonsumsi hampir di seluruh masyarakat desa yang ada daerah ini. Semakin lama para pengkomsi nasi jagung semakin sedikit akibat dampak banyaknya masakan modern. Namun akhir-akhir ini masakan tersebut kembali banyak yang menyukainya, sehingga di daerah kota juga tidak kesulitan untuk mendapatkannya, sebab sudah mulai yang menjual.
“Sekarang nasi jagung ini sudah mulai banyak diminati oleh masyarakat daerah ini, bahkan kalau pagi hari banyak orang yang membelinya untuk sarapan pagi. Karena rasanya sangat lezat, sehingga tidak kalah dengan masakan modern,” kata Rubaiyah (43) salah seorang warga Kabupaten Sumenep, Minggu (10/4/2016).
Disebutkan, memang untuk sekarang ini warga yang mengkonsumsi nasi jagung tidaklah sebanyak pada zaman dulu, tetapi sebagian banyak kebiasaan warga masih belum bisa berubah, sehingga nasi jagung tersebut menjadi menu pilihan pada saat sarapan pagi. Selain lezat masakan tersebut memiliki khas berbeda dengan masakan baru, sehingga tetap saja banyak penyukanya.
“Kalau di daerah pedesaan nasi jagung ini masih saja banyak yang mengkonsumsi, apalagi daerah yang tidak memiliki tanaman padi, jadi mereka tetap memilih jagung menjadi menu utama, apalagi harganya sangat terjangkau,” jelasnya.
Biasanya nasi jagung yang dijadikan menu sarapan pagi dilengkapi dengan urap-urap yang terbuat dari sayur, seperti daun singkong dan kacang panjang, selain itu juga ditambah dengan ikan kering dan ikan tongkol goring agar rasanya semakin lezat.
Sedangkan untuk menikmati tidak perlu mengeluarkan uang banyak, hanya dengan uang sebesar Rp. 5000 sudah bisa mendapatkan satu porsi, itupun dengan mudah dibeli di warung-warung makan yang ada di kota ujung timur Pulau Madura ini.  
Lihat juga...