MINGGU, 10 APRIL 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Charolin Pebrianti
SURABAYA — Ada yang berbeda pada hari Minggu (10/4/2016) di kawasan Pantai Cumpat, Surabaya. Bulak Festival 2016 menghadirkan lomba hias perahu mini diikuti oleh warga Cumpat.
![]() |
| Lomba Perahu Mini Hias |
Lomba perahu hias mini ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak namun para orang tua. Hal ini dikarenakan kondisi laut yang sedang pasang sehingga berbahaya untuk anak-anak.
“Saya menggantikan anak saya soalnya bahaya,” ujar salah satu peserta lomba perahu hias mini, Ahmad Hadi saat diwawancara oleh Cendana News.
Modal yang ia gunakan hanya sebesar Rp.15 ribu untuk membeli kayu, bambu, sterefom dan plastik. Selama 5 hari Ahmad dan anaknya fokus membuat perahu mini. Dirinya bahkan yakin bisa mendapat juara satu.
“Yakin menang, kalau tidak menang yang penting bisa berpartisipasi,” cakapnya.
Sekitar 50 anak-anak pesisir pantai ini mengikuti lomba perahu mini di kawasan Pantai Cumpat. Satu per satu perahu mini milik warga Bulak Cepat ini berlomba-lomba dihias semenarik mungkin.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Hendra Gunawan menambahkan dengan semakin ramainya Bulak Pemkot Surabaya juga akan membangun taman bacaan dan sentra Pedagang Kaki Lima (PKL).
“Selain itu sudah akan dibangun Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) supaya kualitas hidup masyarakat meningkat,” tandasnya.

Membangun Bulak sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik memang tugas berat tersendiri bagi pemerintah kota. Cita-cita Surabaya sebagai salah satu kota internasional memang butuh kerja keras.
“Pembangunan tidak hanya infrastruktur namun juga budaya masyarakatnya yang harus lebih peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.