Mahasiswa UMS Ciptakan Obat Pengusir Nyamuk Berbahan Dasar Alami

RABU, 20 APRIL 2016
Jurnalis : Charoline Pebrianti / Editor : Rustam / Sumber Foto : Charoline Pebrianti
SURABAYA – Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) berhasil menemukan obat pengusir nyamuk berbahan dasar alami dari kulit buah durian, kenanga dan pinang. Kulit buah durian dan kenanga dirubah menjadi anti nyamuk elektrik, pinang dirubah menjadi lotion dan konsentrat.
: Mahasiswa sedang melakukan proses destilasi
Kelima mahasiswa tersebut Holisatul Nisa, Lihabi, Cintya Pratyaka Rocha Normawati, Rafiqhi Bey Figo Suseno, Muhammad Islamulyadin.  Kesemuanya merupakan mahasiswa Fakultas Analis Kesehatan, UMS.
Cintya menjelaskan,  ide ini berawal dari tidak dimanfaatkannya kembali kulit buah durian. “Yang dipakai kulit buah durian bagian dalam,  kemudian didestilasi nantinya akan didapatkan minyak atsiri,” jelasnya kepada Cendana News, Rabu (20/4).
Tak lupa Cintya juga menerangkan proses pembuatan kulit buah durian yang dijadikan anti nyamuk elektrik.  Kulit buah durian bagian dalam diambil sebanyak 200 gram,  kemudian diblender, setalah itu tambahkan aquades sebanyak 100-250 mili liter. Lalu dimasukkan ke dalam labu destilasi serta ditambahkan alkohol dengan konsentrasi 70% sebanyak 100 mili liter dan dilakukan destilasi selama 1-2 ja,  nantinya akan menghasilkan 50 mili liter minyak atsiri.
“Setelah itu kami jadikan anti nyamuk elektrik serta kami beri lampu tidur. Produk ini kami beri nama Lampu Baper,” ujarnya.
Uji coba pertama anti nyamuk elektrik tersebut diletakkan pada ruangan yang penuh dengan nyamuk,  setelah 1-2 jam diperiksa ada beberapa nyamuk yang mati dan sisanya kabur.
“Meski tidak seefektif anti nyamuk berbahan kimia, tapi ini lebih aman bagi kesehatan karena berbahan dasar alami,” cakapnya.
Sedangkan proses pembutan lotion anti nyamuk, menggunakan bahan dasar pinang tua. Buah pinang tua diambil 50 gram, setelah itu dilakukan destilasi. Hasil destilasi diambil 10 mili liter. Kemudian dicampur dengan cleansing milk dan biswax sebanyak 50 gram. Setelah itu dicampur dengan 10 tetes minyak zaitun.
“Selain untuk lotion, pinang juga bisa dibentuk menjadi tetes air pembunuh jentik nyamuk,” tukasnya.
Cara pembuatannya, buah pinang yang tua diambil 50 gram, kemudian melalui proses destilasi dan hasilnya didapatkan 60 mili liter ekstrak buah pinang yang bisa langsung digunakan untuk tetes air pembunuh jentik nyamuk.
“Satu botol isi 60 mili liter untuk 1 bak kamar mandi ukuran sedang,” tandasnya.
Dosen pembimbing, Siti Mardia mengaku bangga dengan inovasi anak didiknya. Sejujurnya, jelas Mardia ini merupakan penemuan penting demi mengurangi jumlah penderita Demam Berdarah (DB).
“Idenya sudah setahun yang lalu, anak-anak fokus menemukan bahan dan proses yang tepat dan sekarang baru berani menyiarkan hasil penelitian anak-anak,” pungkasnya.
Lihat juga...