Mahasiswa Galang Bantuan untuk Korban Penggusuran

JUMAT, 29 APRIL 2016
ACEH — Mahasiswa Universitas Maikussaleh (Unimal) Aceh Utara, melakukan aksi galang dana untuk korban penggusuran di Cunda, Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh. Galang dana dipusatkan di wilayah pertokoan di kota setempat, Jumat (29/4/2016).


“Galang dana ini sebagai bentuk solidaritas kami, mahasiswa Unimal, khususnya Fakutas Hukum untuk korban penggusuran yang hingga saat ini 15 kepala keluarga kondisinya sangat memperihatinkan,” ujar Khairul Umam, Koordinator Aksi, kepada Cendana News.
Selain itu,  aksi galang dana juga dilakukan karena hingga saat ini, pemerintah setempat belum juga memperhatikan kondisi mereka. Korban penggusuran saat ini, katanya sangat membutuhkan bantuan terutama butuh tempat tinggal.
Setelah dana terkumpul, nantinya para mahasiswa akan membantu perlengkapan sekolah kepada anak-anak korban pengungsian. 
Menurut Khairul Umam, ada puluhan anak korban penggusuran yang juga kehilangan peralatan sekolah mereka.
Selain itu, para mahasiswa ini juga mengutuk tindakan yang dilakukan oleh Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya. Menurut mereka, tidak pedulinya wali kota kepada korban penggusuran merupakan tindakan yang tidak baik dan sangat disesalkan.
Seharusnya menurut, Khairul Umam, wali kota mencari solusi untuk para korban penggusuran. “Kita heran, kenapa wali kota sampai sekarang tidak peduli pada korban, padahal mereka itu juga warganya, 
warga kota Lhokseumawe,”  katanya.
Ia bersama para mahasiswa lain, berharap Wali Kota Suaidi mencari solusi dan memikirkan kondisi korban penggusuran. Mereka berharap, pemerintah mendirikan barak sementara untuk para korban sambil mereka mencarikan tempat tinggal baru.
Untuk diketahui, pada 22 April lalu, sebanyak 20 Kepala Keluarga di Desa Keude Ceunda, Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, digusur oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe. Penggusuran beralasan akan dibangun jalan lingkar oleh pemerintah setempat. (Zulfikar Husein)
Lihat juga...