SABTU, 16 APRIL 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid
SOLO — Komunitas Dongeng Yogyakarta, memberikan pendampingan kepada anak-anak di kampung Brekungan, Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terutama yang mengalami trauma selama bergulirkan kasus Siyono.
![]() |
| Anak-anak di Kampung Siyono sedang mendengarkan dongeng |
“Kita di sini untuk memberikan pendampingan anak-anak, terutama mereka yang menyaksikan langsung penangkapan Siyono,” ujar Pengelola Yayasan Hikayat Nusantara Yogyakarta, Bambang Bimo Suryono, kepada Cendana News, Jumat (15/4/2016).
Pria yang akrab disapa Kak Bimo menyatakan, pentingnya pendampingan bagi anak-anak di kampung Siyono, karena saat penangkapan terduga teroris itu banyak anak-anak yang tengah berada di halaman rumahnya.
“Rumah yang bersangkutan digunakan untuk TK, melihat banyak orang yang menggunakan topeng dan senjata laras panjang, membuat anak-anak banyak yang menangis histeris,” paparnya.
Sebagai komunitas pendongeng, Kak Bimo bersama rekan satu timnya menggelar pendampingan anak-anak. Tujuannya adalah untuk menghilangkan trauma dengan mengajak bermain bersama dan mendengarkan dongeng yang menarik.
“Intinya kita ajak bersenang-senang dengan melibatkan anak-anak langsung, agar menghilangkan ingatan buruk yang pernah mereka lihat,” tekannya.
Pendampingan anak-anak di kampung Siyono sendiri diikuti lebih dari 50 anak. Mereka dikumpulkan di musholah kampung setempat, selanjutnya diajak mendengarkan dongeng dan bermain bersama dengan Kak Bimo.