SENIN, 18 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rustam / Sumber Foto : Henk Widi
Rumah komposmuh didirikan pada tahun 2013. Menekuni pembuatan kompos, Irzanbidi dibantu istri tercinta. Bahan-bahan kompos yang dipakai diambil dari alam. Seperti, daun tumbuh-tumbuhan yang sudah kering dan busuk. Lalu dicampur dengan serbuk gergaji, serabut kelapa, jerami, kotoran kambing dan tanah. Setelah dicampur secara merata, kompos itu difermentasi antara 40 hingga 50 hari lamanya.
Perlu ketelatenan lebih untuk membuat kompos dengan metode ini. Pembuatan kompos harus mengontrol dengan seksama suhu dan kelembaban kompos saat proses pengomposan berlangsung. “Secara berkala, tumpukan kompos harus dibalik untuk menstabilkan suhu dan kelembabannya
maka kita siapkan rumah khusus sekaligus sebagai tempat peneduh kompos yang diolah,” terangnya.
Setelah kompos jadi, Irzanbidi menggunakannya di lahan kebun yang tersedia. Tanah yang menjadi lokasi pertanian, ditanami tanaman dengan sistem tumpangsari. Jenis tanaman yang ditanaman, yakni pepaya varietas California sebanyak 200 pohon, pisang, kemudian ditumpangsarikan dengan tanaman cabai merah sebanyak 100 pohon dan timur suri serta tanaman jenis lain.
“Awalnya saya belajar dan menerapkan sistem tumpangsari sebagai bagian dakwah, untuk perbaikan unsur tanah dengan menggunakan pupuk organik tanpa bahan kimia,” ungkap Irzanbidi kepada jurnalis Cendana News,Senin (18/4/2018).
Irzanbidi mengakui sistem budidaya tanaman tumpangsari dan cara membuat kompos diperoleh dari organisasi Muhammadiyah dan sebagian belajar secara otodidak. Atas keberhasilan menerapkan budidaya tanaman dengan pola tumpang sari, dengan menggunakan pupuk kompos buatan sendiri, Irzanbidi berharap agar petani dapat mencontohnya.
Tanaman yang dibudidayakan terbilang berhasil. Tanaman pepaya tumbuh subur dan dapat berbuah hanya beberapa bulan saja. Demikian juga hasil tanaman cabe merah, hasilnya sangat memuaskan. Termasuk tanaman lainnya produksinya sangat menjanjikan petani.
Menurutnya, penggunaan pupuk kompos selain menyuburkan tanaman, juga dapat mengembalikan kualitas tanah yang selama ini sudah rusak, karena menggunakan pupuk kimia secara berlebihan. Pupuk kompos menjadi solusi untuk memperbaiki struktur tanah.
Rumah Kompsomuh yang dibangun Irzanbidi berukuran 8 x 10 meter. Fungsinya untuk tempat produksi kompos, fermentasi, menyimpan dan pelindung bagi alat dan mesin, gudang, serta kantor administrasi. Alat dan mesinnya terdiri dari mesin pencacah dan penghancur (chopper) satu unit, mesin penyaring satu unit, kendaraan roda tiga pengangkut bahan baku dan kompos), dan dekomposer (bioaktivator).
Pendukung lainnya meliputi instalasi listrik dan air, mesin jahit karung, sealer, timbangan duduk, sekop, garpu, bak fermentasi, terpal plastik, alat keselamatan berupa helm kerja, pemadam api, dan perangkat mebel kantor.
Selain pembuatan kompos juga diterapkan penerapan biopori yang diterapkan dilahan seluas lima hektar. Pembuatan biopori menurut Irzan diisi arang sekam, serabut kelapa yang berfungsi untuk penyerapan air agar kondisi tanah di lahan pertanian miliknya.