KAMIS, 28 APRIL 2016
LAMPUNG — Gorong-gorong yang tertutup sampah, material batu dan pasir menyebabkan disaat hujan air meluap ke lahan pertanian warga dan Jalan Lintas Sumatera KM 68. Menyikapi hal tersebut puluhan warga bersama aparat pemerintah Lampung, kepala Desa Kekiling dan Bhabinkamtibmas Polsek Penengahan melakukan gotong royong dengan bermodalkan cangkul dan parang.
![]() |
| Warga lakukan gotong royong bersihkan gorong-gorong dari sampah |
Pantauan Cendana News, puluhan warga, personil KUPT Dinas Pekerjaan Umum Kecamatan Penengahan bahkan terpaksa membongkar saluran air permanen yang tak lagi berfungsi dengan baik. Selain itu, proses pendalaman di saluran air yang mengalir ke sejumlah sawah warga Desa Kekiling yang memiliki luas sekitar 300 kilometer persegi juga dilakukan pendalaman.
Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Pekerjaan Umum Kecamatan Penengahan, Ketapang dan Bakauheni, Budi Santoso menyebutkan, penyumbatan empat saluran air dari enam saluran air termasuk di Way Pancur Timah sudah sering terjadi, meski sudah sering dibersihkan namun masih sering terjadi penyumbatan. Dampaknya lahan sawah di sepanjang aliran saluran irigasi meluap menutupi lahan pertanian milik warga.
“Selain meluap ke sawah warga, saat banjir mengakibatkan air Way Pancur Timah yang membawa sampah meluap ke jalan nasional dan mengakibatkan kemacetan parah dan air setinggi lutut orang dewasa,”ungkap Budi, Kamis (28/4/2016).
Disebutkan juga, penyebab lainnya kurangnya kesadaran masyarakat yag berada di sekitar hulu sungai. Sebagian warga masih membuang sampah rumah tangga ke dalam aliran sungai. Saat air meluap dan membawa limbah menyebabkan sampah menyebabkan lahan petani menjadi rusak.
“Sawah milik warga yang tersumbat bahkan tidak bisa digarap karena menjadi langganan luapan banjir dan tertimbun material sampah,”ungkap Budi.
Selain pembersihan saluran, pihak Desa Kekiling saat ini tengah memperbaiki irigasi sepanjang 500 meter yang selama ini masih berupa saluran sungai kecil dan ditingkatkan menjadi irigasi permanen. Pembangunan yang dilakukan rekanan CV Daeng Kobum akan berlangsung selama 20 hari masa kerja.

Tersumbatnya empat gorong gorong di Jalan Lintas Sumatera yang sudah terjadi selama hampir setahun ini menurut KUPT sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lampung Selatan dan selanjutnya diteruskan ke pihak Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) yang memiliki wewenang di jalan lintas nasional tersebut.
“Harapan kita sesudah kita layangkan surat kepada pihak terkait maka akan segera dilakukan perbaikan terhadap jalan nasional yang masih sering tersumbat hingga saat ini,”tutupnya.[Henk Widi]