Gerakan Kepedulian, Nagekeo Care Thalassaemia Aceh ‘Temani’ Penderita

SABTU 16 APRIL 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein

ACEH — Sejak dulu hingga sekarang mungkin tidak banyak tahu tentang penyakit yang satu ini. Thalasemia, sebuah kelainan pada darah manusia akibat tubuh tidak memproduksi hemoglobin (sel darah merah) dalam jumah yang cukup atau jumlahnya dalam darah sedikit.
Fadliana Surya Rasyib
Banyak orang tidak menyadari bahwa kelainan ini dapat membuat penderita mudah merasa lelah, lemah, dan bahkan sesak napas. Lebih parah, penderita thalasemia yang tergolong parah dapat menglami kerusakan organ dan mengakibatkan meninggal dunia.
Bagi sebagian orang, kelainan ini mungkin menakutkan, namun tidak bagi dara yang satu ini, Fadliana Surya Rasyib. Dara asal Aceh yang akrab disapa Lily ini, menjadi salah seorang aktivis perempuan yang peduli pada Thalasemia.
Kepeduliannya, tidak hanya ia tunjukkan terhadap kelainan itu, tapi juga pada penderita kelainan darah ini yang setiap tahunnya diprediksi terus meningkat. Sejauh ini, kata Lily, jumlah penderita Thalasemia di Aceh mencapai 280 orang.
Bersama teman-temannya, dara manis ini membentuk sebuah gerakan yang diberi nama Nagekeo Care Thalassaemia. 
“Program ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada adik-adik penderita thalasemia di rumah sakit,” kata Lily, kepada Cendana News, Sabtu (16/4/2016).
Meski tidak bisa menyembuhkan, namun Lily mengatakan, kunjungan mereka setidaknya mampu membuat penderita tersenyum. 
“Setidaknya mereka punya teman, karena selama ini mereka hanya sendiri dirawat di rumah sakit terus-terusan,” katanya.
Lily, memiliki kepedulian tinggi terhadap anak-anak penderita Thalasemia atau kalangan dokter sering menyebutnya dengan nama lain Anemia Cooley (thalasemia beta major). Ia juga turut membantu anak-anak thalasemia dengan mencari donor bagi mereka.
Dara singel ini juga menerima bagi siapapun yang ingin membantu para penderita. Bantuan katanya, sangat diharapkan oleh para penderita thalasemia. 
“Karena memang mereka sangat butuh bantuan, terutama mereka dengan kondisi ekonomi lemah,” katanya.
Sosok tegas nan lembut ini, berharap, akan semakin banyakyang peduli dengan kelainan darah tersebut. Karena, bentuk kepedulian, menurutnya dapat membantu mengurangi risiko yang diderita. 
“Minimal kita masih bisa melihat senyum mereka,” pungkas Lily.
Lihat juga...