SENIN, 25 APRIL 2016
SOLO — Warga di Desa Grogolan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, menyayangkan Pemerintah Daerah setempat yang tak kunjung memperbaiki jembatan putus. Menurut warga jembatan penghubung antar Kecamatan Plupuh dengan Kecamatan Kalijambe tersebut sudah putus akibat diterjang banjir sejak 2 tahun lalu. Meski sama sekali tidak bisa dilalui warga, Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Sragen, belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.
![]() |
| Jembatan putus |
“Warga sudah berulang kali menemui Kepala Desa dan mengadukan kepada Bupati, tapi tetap saja tidak ada perbaikan,” ucap Ngadimin kepada Cendana News, Senin (25/4/16).
Warga Bekuran, Grogolan, Plupuh, Sragen, mengaku sejak jembatan penghubung antar kecamatan putus, banyak warga yang mengeluh. Sebab, untuk bisa melintas, warga harus jalan memutar hingga 5 kilometer. Warga semakin kesal, karena pihak pemerintah desa seakan menutup mata dengan keluhan warga tersebut.
“Tidak tahu apa maunya pemerintah desa, padahal jembatan ini sangat penting bagi warga,” tekannya.
Pria 38 tahun itu juga mengeluhkan, sejak jembatan putus pada 2013 lalu, pihak pemerintah tidak memberikan rambu-rambu bagi warga yang akan melintas. Hal itu mengakibatkan banyak warga yang nyaris jatuh ke sungai, karena tidak ada pemberitahuan maupun tanda jembatan putus.
“Akhinya warga sendiri yang berinisiatif memagar jalan dengan kayu dan tanaman ambuk, agar warga tidak terjatuh,” tambahnya.
Hal serupa juga dikatakan Agus, warga Manyarejo, Plupuh, Sragen. Menurutnya, jembatan yang putus sejak 2 tahun lebih itu sama sekali tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Warga berulang kali menyampaikan dan mengadukan, namun tidak ada kejelasan kapan jembatan itu akan diperbaiki.
“Sebenarnya warga sudah bosan mengingatkan agar jembatan segera diperbaiki. diperbaiki. Bagaimana lagi, kalau tidak ada jembatan warga juga kesulitan,” paparnya.
Banyak warga yang berharap, jembatan penghubung kecatan itu secepatnya diperbaiki. Sebab, selama ini warga hanya bisa memutar jalan untuk dapat melanjutkan perjalanan, karena jembatan putus tersebut.
“Warga hanya bisa berharap jembatannya segera diperbaiki, agar warga juga mudah jika ingin bepergian,” pungkasnya. (Harun Alrosid)