Buru Pelaku Teror, Polda DIY Gelar Razia Skala Besar

KAMIS, 28 APRIL 2016
YOGYAKARTA — Kepolisian Daerah DI Yogyakarta  bersama jajaran telah membentuk tim khusus. Tim ini akan menggelar razia besar,  dengan melibatkan semua unsur fungsional, dalam upaya mengungkap kasus teror penyayatan di Yogyakarta. 

Satuan Brimob Polda DIY pun diturunkan guna melakukan patroli jalan raya dengan sepeda motor dan bersenjata lengkap.
Ajun Komisaris Besar Polisi Anny Pudjiastuti, Kepala Bidang Humas Polda DIY ditemui Kamis (28/4/2016), mengatakan, terkait kasus penganiayaan dengan cara disayat yang terjadi di sejumlah kawasan di Kotagede dan Umbulharjo, Polda DIY bersama jajaran, dalam hal ini Kepolisian Resort Kota Yogyakarta dan Kepolisian Sektor Kotagede telah melakukan upaya-upaya penangkapan yang saat ini masih dalam penyelidikan dan pendalaman.
Selain itu, katanya, Kapolda DIY juga telah mengintruksikan untuk mengadakan patroli dalam skala besar, dengan menurunkan semua unit fungsional lapangan, seperti Satuan Sabhara dan Sat Lantas. Patroli dilakukan dengan mengadakan razia premanisme, senjata tajam dan narkoba.
Menurut Anny, operasi besar yang telah dilakukan sejak Selasa 26 April 2016, tak hanya dilakukan di satu titik. Melainkan menyeluruh, guna menjaring pelaku penyayatan. 
Sementara itu, terkait dua aksi teror yakni penembakan misterius di Magelang, Jawa Tengah dan penyayatan di Yogyakarta,  Anny mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan apa pun. Termasuk dugaan dari kemungkinan pelakunya yang diduga sama atau satu orang maupun juga kesamaan motifnya.
Sementara itu, sempat beredar kabar jika Kepolisian Sektor Kotagede telah menyebarkan sketsa wajah terduga pelaku penyayatan. Namun demikian, saat dimintai konfirmasi, Kepala Kepolisian Sektor Kotagede, Komisaris Polisi HM Suparman membantahnya. 
Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah membuat maupun mengedarkan sketsa wajah terduga pelaku penyayatan. “Bahkan itu bukan kewenangan saya, karena sudah ada tim khusus yang menangani kasus itu”, tandas Suparman.
Kasus penembakan misterius di Magelang dan penyayatan di Yogyakarta, menjadi perhatian masyarakat luas. Dua kasus yang terjadi di dua kota yang hanya terpisah jarak sekitar 40-an kilometer itu telah membuat resah warga dua kota tersebut. Namun demikian, polisi meminta kepada masyarakat untuk tidak terlalu resah, karena saat ini situasi di Yogyakarta masih kondusif.
Suparman mengatakan, saat ini pun razia dan patroli lebih digiatkan dengan melibatkan Satuan Brimob Polda DIY, yang semakin intens berpatroli menggunakan sepeda motor. “Ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dan untuk memberi rasa aman kepada masyarakat”, pungkasnya. 
(Koko Triarko)
Lihat juga...