Berkah Hari Kartini, Penyedia Jasa Salon Laris Manis

KAMIS, 21 APRIL 2016
Jurnalis  : Harun Alrosid / Editor : Rustam / Sumber Foto : Harun Alrosid 
SOLO – Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April, menjadi ladang rezeki tersendiri bagi penyedia jasa tata rias atau salon. Bagaimana tidak, di hari biasa salon biasa buka menjelang siang, namun hari ini sejak dini hari sudah banyak yang mengantri di salon. 

Kesibukan penata rias 
“Dari jam setengah dua pagi saya sudah buka, soalnya banyak yang pesan,” ujar Sri Suparni  Pemilik salon Griya Cantik   kepada Cendana News, Kamis (21/4). 
Salon  Griya Cantik  yang terletak di Desa Waru, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, sudah buka pada jam dini hari. Sebab jauh-jauh hari  sebelum tanggal 21 April, banyak anak-anak,  khususnya pelajar Sekolah Dasar (SD) yang memesan jasa rias. Tak hanya dari sekitar lingkungan saja, tetapi dari desa-desa lain juga banyak yang mengantri untuk merias wajah.  Sebagian besar yang menggunakan jasa rias adalah anak perempuan.  “Sebagian besar memang perempuan, soalnya kalau laki-laki hanya simple,” jelasnya. 
Suparni mengakui,   dalam momentum hari Kartini, rezeki yang didapat  berlipat ganda.  Sebab, dalam sehari rata-rata pelanggan yang menggunakan jasa rias hanya kisaran di bawah sepuluh orang. Namun  di hari Kartini ini sampai 40 pelanggan.  
Banyaknya pengguna jasa salon yang menambah pegawai salon (capster) untuk membantu melayani pelanggan. “Kalau sehari-hari hanya satu pegawai, karena ini ramai jadi saya tambah dua pegawai, agar cepat selesai juga,” ungkapnya. 
Hal senada dikatakan Yulia penyedia jasa rias lainnya. Hampir setiap tahun, peringatan hari Kartini dapat menjadi musim panen tersendiri bagi penyedia jasa rias. Pasalnya, bisa dipastikan pelanggan yang menggunakan jasa rias dapat berlipat ganda hingga sepuluh kali lipat. “Sudah jadi langganan, kalau Kartinian banyak pelanggan yang datang. Bahkan sampai menolak pelanggan, karena tenaga tidak mampu,” tambah pemilik salon Candik Ayu tersebut. 
Untuk dapat tampil maksimal dengan busana adat, dan tampil cantik, pelanggan rela mengantri  selama berjam-jam.  Bahkan,  pelanggan ada yang rela datang ke salon sejak dini hari, agar dapat dipercantik di hari Kartini tersebut. “Ada yang jam tiga sudah datang, ada pula yang jam setengah empat pagi,” paparnya. 
Salah seorang siswa SD Negeri Waru 2 atas nama Najla, mengaku masih mengantuk saat mengatri untuk mempersiapkan dandanan dalam rangka memperingati hari Kartini tahun ini.  Siswa kelas 3 SD itu menggunakan jasa rias salon karena pihak sekolah menggelar peringatan hari Kartini dengan upacara dan lomba -lomba Kartinian.  “Sudah dari jam setengah lima antri untuk rias, makanya masih agak mengantuk,” pungkasnya. 
Lihat juga...