Basarnas Sebut Masih Kekurangan Personel Penolong

SELASA, 26 APRIL 2016

PONTIANAK — Dalam menjadi organisasi yang profesional, efektif dan modern, Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) akan menambah personel dan peralatan dalam waktu dekat. Meningat untuk memaksimalkan kinerja di seluruh daerah di Indonesia diperlukan lebih kurang 5.700 unit penolong.
Rapat Koordinasi SAR Daerah di Pontianak
“Kekuatan personel minimal 5.700 rescue, Kita punya saat ini baru 3.700-an personel dan itu tidak semuanya rescue, baru sekitar 70 persen,”sebut Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Felicianus Henry Bambang Soelistyo saat erkunjung ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (26/4/2016).
Disebutkan, dalam menambah kekuatan, pihaknya akan bekerjasama dengan empat komponen SAR gabungan dari unsur Basarnas, TNI-Polri, Pemerintah Daerah. Khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan unsur masyarakat yang mempunyai kemampuan serta keinginan melakukan tugas kemanusiaan di bidang SAR.
“Empat komponen ini kami coba untuk dihimpun, dilatih, kemudian persembahkan kepada pemerintah daerah. Selain untuk kepentingan tugas SAR dalam konteks tugas kecelakaan, juga bisa untuk mengatasi kesulitan di daerah, untuk mengatasi bencana alam maupun non alam,” ujarnya. 
Mekanisme tentu sedikit berbeda, tetapi kemampuan empat unit ini bisa dimanfaatkan. “Jadi SAR ini kita beroperasi pada wilayah daerah yang tentu bukan daerah yang normal, tentu kejadian-kejadian tersebut pada daerah yang ekstrim, oleh karena itu manusia itu kita bangun kemampuannya kita siapkan,” jelasnya.
Selain personel, teknologi pendukung juga perlu dihadirkan seperti peralatan menyelam di kedalaman lebih 30 meter, pesawat hingga kapal.
“Kapal juga kita benahi dan kita tambahkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggota. Tidak kalah penting adalah SOP standar operating prosedur yang hari ini kita lakukan ini,” ucapnya.(Aceng Mukaram)
Lihat juga...