Atasi Penyakit Diabetes, Unair Kembangkan Stem Cell

SENIN, 18 APRIL 2016
Jurnalis : Charolin Pebrianti / Editor : Rustam / Sumber Foto : Charolin Pebrianti 
SURABAYA – Penyakit diabetes ternyata bisa menyerang siapa saja. Tidak hanya usia 40 tahunan, namun juga usia 20 tahun bahkan anak-anak juga bisa terserang. Penyebabnya mulai dari faktor gaya hidup yang tidak terkontrol dan turunan dari keluarga. 
dr. Sony Wibisono, SpBD. KEMD
Penyakit ini hingga kini belum ditemukannya obat yang dapat menyembuhkan. Melihat permasalahan tersebut, akademisi dan dokter berkumpul membentuk satu wadah penelitian ‘Stem Cell’ dibawah naungan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang kini tengah membahas penyakit diabetes.
Internist dan Endokrinologist di Dr. Soetomo, dr. Sony Wibisono, SpBD. KEMD menerangkan, kelompok stem cell ini sudah ada di Unair sejak tahun 2010.  Sebanyak 100 orang bersedia untuk dijadikan obyek penelitian.
“Kami di sini masih dalam tahap penelitian, belum sampai tahap industri,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Gedung Institute of Tropical Disease (ITD), Senin (18/4/2016).
Menurutnya, orang-orang yang bersedia dijadikan obyek penelitian tersebut berdasarkan rekomendasi dari dokter yang menangani pasien secara langsung dan melalui berbagai prosedural lainnya.
“Tentunya pasien bersedia, bahkan banyak yang ingin bergabung dalam proyek penelitian ini, hanya saja masih terbatas,” cakapnya.
Dokter yang bekerja pada bidang Endokrin dan metabolik tubuh yang membidangi diabetes ini menambahkan ada 2 tipe diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Nantinya setiap sukarelawan diuji coba semua, termasuk kedalam tipe diabetes manakah pasien.
“Pengamatan utama pada kelenjar pankreas dan insluin yang tidak baik setelah diberi perawatan dengan cara mengambil jaringan lemak, maka tiap 3 minggu dievaluasi hasilnya seperti apa,” imbuhnya.
Sebelum melakukan pengamatan tiap pasien harus dievaluasi oleh tim dokter untuk mengetahui apakah sudah layak atau belum menerima stem cell. Setelah layak nantinya dievaluasi bagaimana perkembangan pankreas dan insulinnya.
“Reaksi tiap orang berbeda, tergantung pola hidup pasien, misalnya setelah minum obat dirinya malah tidak bisa mengontrol makanannya,” tukasnya.
Namun dr. Sony yakin bahwa orang yang terkena diabetes kemungkinan sembuhnya lebih banyak dengan cara stem cell. Seperti insulin yang lebih baik, kelenjar pankreas bagian sel pita pankreas berfungsi bisa mengeluarkan lebih baik.
“Yang perlu diingat kerja dari stem cell tergantung pada masing-masing sel pasien,” pungkasnya.
Lihat juga...