25 Jurnalis di Manado Ikut Workshop SJSN

SABTU, 23 APRIL 2016
Editor : Rustam Djamaluddin
MANADO — Sebanyak 25 wartawan dari berbagai media yang ada di Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti  pelatihan (workshop)   Bagaimana Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bekerja. Pelatihan tersebut terlaksana,  atas kerjasama  Aliansi Jurnalis Independen (AJI)  dengan lembaga Friedrich Ebert Stiftung (FES)  dan DJSN
Pelatihan system jaminan sosian nasional  ini diadakan selama dua hari sejak Jumat (22/04/2016) kemarin hingga Sabtu (23/04/2016) di hotel Swiss Bel Maleosan Manado.
Pengurus AJI Indonesia Rochimawati mengatakan,  pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran dan pemahaman kepada wartawan pentingnya program system jaminan sosian nasional,  baik  yang dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.
Sehingga nantinya,  media bukan hanya menulis atau memberikan informasi kepada masyarakat tentang persoalan yang terjadi,  tapi juga bisa ikut serta menjadi anggota,  baik BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.
“Jurnalis bukan hanya berhak tahu,  tapi juga harus menjadi peserta yang mendapat jaminan sosial tenaga kerja dan kesehatan dari perusahaan dimana dia bekerja,”  kata Ochi sapaan akrab Pengurus AJI Indonesia pada Cendana News, Sabtu (23/04/2016).
Sementara itu,  Rina Julvianty  perwakilan FES dalam pelatihan mengatakan, FES mendukung pemerintah mengadakan SJSN,  karena konsep kesejahteraan atau mengurus orang sakit itu harus ada yang lakukan, dan siapa lagi kalau bukan pemerintah.
“Program SJSN harus terus dilakukan karena baru dua tahun diterapkan di Indonesia, Meski ada tantangan dan kendala di lapangan, namun tanggung jawab media untuk melakukan advokasi kepada masyarakat dan pemerintah,”  tegas Rina dihadapan puluhan wartawan yang menjadi peserta pelatihan. (Ishak Kusrant)
.
Lihat juga...