JUMAT, 22 APRIL 2016
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor : Rustam / Sumber Foto : Eko Sulestyono
JAKARTA – Sebanyak 200 orang yang menamakan diri perwakilan warga masyarakat Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman Gedung Balai Kota Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (22/4).

Aksi demonstrasi menolak proyek reklamasi Teluk Jakarta
Aksi demonstrasi yang mendapatkan penjagaan ketat oleh puluhan aparat kepolisian. Aksi dimulai jam 11:00 WIB hingga jam 11:30 WIB. Mereka datang dengan menggunakan 6 bus Metro Mini.
Setelah sempat menggelar beberapa spanduk dan sempat berorasi sekitar 30 menit lamanya, para pengunjuk rasa menghentikan aksi demonstrasi karena melaksanakan ibadah shalat Jumat di Masjid terdekat. Setelah selesai melaksanakan shalat Jumat, mereka kembali lagi ke Gedung Balai Kota Jakarta, untuk menggelar demo lanjutan.
Mereka sempat meneriakkan yel-yel yang menolak proyek reklamasi di sepanjang pesisir Pantai Utara (Teluk Jakarta). Mereka menyatakan siap juga siap melawan, demi mempertahankan daerahnya, jika nantinya Pemprov DKI Jakarta akan melaksanakan operasi penertiban dan penggusuran tahap berikutnya, terhadap sebagian bangunan rumah penduduk yang ada di sekitar kampung Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Demo melawan rencana Pemprov DKI Jakarta lakukan penggusuran tahap dua
H. Khodir, Koordinator lapangan aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan warga Luar Batang mengatakan, kedatangan perwakilan warga masyarakat Luar Batang, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara ke Gedung Balai Kota Jakarta untuk menolak proyek reklamasi Teluk Jakarta dan melawan rencana penertiban serta penggusuran tahap kedua yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terhadap sebagian bangunan rumah penduduk di kampung Luar Batang. Ini disampaikan saat berorasi di depan Gedung Balai Kota Jakarta.

Orasi menolak penggusuran dan reklamasi Teluk Kendari
“Kita sebagai warga masyarakat yang sudah puluhan tahun tinggal di kampung Luar Batang, tidak bisa hanya berdiam diri dan pasrah begitu saja diperlakukan semena-mena seperti ini. Kita harus melawan dan mempertahankan kampung Luar Batang dan menolak reklamasi Teluk Jakarta. Karena proyek tersebut tidak pernah berpihak kepada rakyat kecil, bahkan malah sebaliknya hanya menguntungkan para pengembang perumahan dan pengusaha properti saja,” kata Khodir kepada wartawan di Balai Kota Jakarta.