SELASA, 12 APRIL 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram
Aceng Mukaram, Berita Terkini, Kalbar, Pontianak, Daerah,Berita Pilihan,

Ratusan Warga Desa di Bengkayang Kalbar Digigit Anjing

PONTIANAK — Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andy Jap, menyebutkan sebanyak 127 warga di Desa Teriak, Kabupaten Bengkayang, digigit anjing. Atas kejadian itu, pihaknya langsung melakukan pengecekan.

“Di Desa Teriak, ada gigitan oleh anjing  kepada warga di sana. Dan ternyata memang hasil pemeriksaan otak anjingnya itu memang positif mengandung virus rabies,” kata Andy, saat dihubungi melalui sambungan telephone, Selasa, (12/4/2016).

Andy mengatakan, pihaknya terus menerus melakukan koordinasi adanya kejadian warga di Desa Teriak digigit anjing. Bahkan, ia mengklaim hingga kini warga di sana masih belum positif terkena virus rabies.

“Tapi sampai sejauh ini, di Teriak sendiri sudah ada 127 gigitan. Tapi belum ada satupun penderita yang tergigit itu yang positif rabies. Artinya yang positif ini anjingnya,” jelas Andy.

“Kalau dari sisi manusianya sampai saat ini di Kabupaten Bengkayang yang terakhir itu di Teriak, 127 yang tergigit itu tidak positif rabies, tapi semuanya sudah kita berikan vaksinasi. Jadi supaya tidak salah persepsi, ini yang positif rabies baru di anjingnya, dan di manusianya kita belum ketemukan kasusnya lagi,”sambungnya.

Saat ini, kata Andy pihaknya memfokuskan di Kabupaten Bengkayang untuk menangani permasalahan rabies. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi ke daerah lainnya.

“Makanya itu kebijakan kita sekarang terutama untuk daerah Bengkayang. Teriak tadi setiap ada kasus gigitan anjing, ya supaya amannya kita berikan vaksinasi, jadi artinya saat ini untuk manusia belum ada kasus rabies lagi,” kata Andy, menjelaskan.

“Karena perbatasan-perbatasan, Bengakayang, Teriak, karena memang di Teriak itu sudah terbukti positif anjingnya, maka kita waspada daerah perbatasan dengan Teriak, perbatasan dengan Landak, jadi Landak juga kita minta untuk antisipasi,” lanjutnya.

Andy megakui, virus rabies sangat berbahaya. Bahkan berakibat kematian. “Angka kematiannya sangat tinggi, kalau dia yang sudah sampai ke otak, makanya begitu tergigit kita berikan PAR supaya virusnya tidak sampai ke otak. Gejalanya karena menyerang susunan syaraf pusat yang jelas sekali terlihat itu ada kejang-kejang, kemudian fotophobia, dia kalau  melihat sinar tidak tahan, makin kenjang-kejang, karena kenanya susunan syaraf pusat,” kata Andy.

Lihat juga...