TKI NTB Dikenal Sebagai Pekerja Keras di Malaysia

JUMAT, 25 MARET 2016 
Jurnalis : Turmuzi / Editor : Fadhlan Armey /  Sumber Foto: Turmuzi

Lombok — Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, dari puluhan ribu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang bekerja di Malaysia,  sebagian besarnya bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit dan ladang sayuran, dengan kemampuan waktu kerja melebihi dari jam kerja biasa.
Ratusan keluarga TKI saat hendak menerima santunan di kantor  Gubernur NTB
“Kalau TKI asal daerah atau negara lain, termasuk warga Malaysia, biasanya hanya mampu bekerja tiga sampai jam, TKI asal NTB, terutama Lombok kuat bekerja antara enam sampai tujuh jam, itulah kenapa TKI asal NTB dikenal sebagai pekerja keras di Malaysia” kata mantan TKI asal Desa Kabar, Kabupten Lombok Timur, Agus Sunarda kepada Cendana News, Jum’at (25/3/201).

Agus menjelaskan, padahal semua tahu bekerja di perkebunan kelapa sawit, bukanlah pekerjaan mudah, butuh stamina kuat dan tentunya semangat kerja yang tinggi pula, kalau ingin mendapatkan upah tinggi.

Ia mengatakan, bagian paling berat bekerja di perkebunan kelapa sawit Malaysia adalah saat memetik buah sawit menggunakan galah, kemudian memasukkan ke dalam truk pengangkut dan tidak semua TKI bisa melakukan, apalagi yang masih baru.

“Seberat – berat pekerjaan di Lombok, jauh lebih berat bekerja di kebun kelapa sawit Malaysia dengan bermandikan keringat membasahi sekujur tubuh dan pakaian dikenakan” tutur Agus

Lebih lanjut Agus menambahkan, meski demikian, daripada tidak ada pekerjaan di Lombok, menjadi TKI, terpaksa jadi pilihan.

Lihat juga...