| Ratusan keluarga TKI saat hendak menerima santunan di kantor Gubernur NTB |
Agus menjelaskan, padahal semua tahu bekerja di perkebunan kelapa sawit, bukanlah pekerjaan mudah, butuh stamina kuat dan tentunya semangat kerja yang tinggi pula, kalau ingin mendapatkan upah tinggi.
Ia mengatakan, bagian paling berat bekerja di perkebunan kelapa sawit Malaysia adalah saat memetik buah sawit menggunakan galah, kemudian memasukkan ke dalam truk pengangkut dan tidak semua TKI bisa melakukan, apalagi yang masih baru.
“Seberat – berat pekerjaan di Lombok, jauh lebih berat bekerja di kebun kelapa sawit Malaysia dengan bermandikan keringat membasahi sekujur tubuh dan pakaian dikenakan” tutur Agus
Lebih lanjut Agus menambahkan, meski demikian, daripada tidak ada pekerjaan di Lombok, menjadi TKI, terpaksa jadi pilihan.