Jumat Agung, Manusia di Damaikan Oleh Allah Melalui Pengorbanan di Kayu Salib

JUMAT, 25 MARET 2016
Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Fadhlan Armey /  Sumber Foto: Miechell Koagouw
 
Jakarta — Ada seorang pria yang memiliki visi dan misi begitu luar biasa terkait sebuah rekonsiliasi besar-besaran di negaranya. Namun apa mau di kata, pemerintahan di negara tersebut menangkap lalu memenjarakannya selama kurang lebih 25 tahun. Di dalam penjara, ia diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi, diikutkan kerja paksa, tidur di ruangan yang sangat tidak layak, dan banyak lagi siksaan.

Jalannya Ibadah Jumat Agung di Christian City Church Jakarta

Namun pada suatu ketika, penantian pria tersebut berakhir dan ia keluar dari penjara, ikut pemilu, akhirnya berhasil menjadi Presiden di negara yang sangat dicintainya. Dan satu hal luar biasa, yang membuat semua orang di dunia tidak habis fikir akan tindakannya adalah pria tersebut mengampuni tanpa syarat apapun semua orang yang telah menjebloskan dia untuk menderita selama 25 tahun di penjara, meskipun Ia bisa melakukan segalanya. Pria tersebut adalah Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika selatan berkulit hitam pertama pasca kejatuhan rezim apartheid di negara tersebut.

Sungguh sulit diterima akal sehat apa yang telah dilakukan Nelson Mandela. Karena ia mengampuni semua orang yang pernah berbuat jahat terhadap dia hanya karena ia ingin melanjutkan pembangunan dalam suasana damai antara satu dan lainnya. Itulah wujud kasih yang sesungguhnya, wujud tauladan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib untuk menebus dosa manusia sehingga manusia yang berdosa akhirnya diperdamaikan dengan Allah oleh karena pengorbanan Yesus.

Pemahaman ini yang dikemukakan Pdt.Daniel Roslim dalam khotbah jumat agung di hadapan ratusan jemaat Christian City Church, Gedung PGI Lt.5 Jalan Salemba Matraman, Jakarta Pusat.

Pendeta Daniel Roslim, mengajak seluruh jemaat mengikuti tauladan ajaran Kasih dari Yesus Kristus. Mengampuni siapapun yang berbuat jahat kepada diri jemaat apapun itu alasannya.

“Dan jika anda sekalian melakukannya, maka tidak sia-sia kematian Yesus di kayu salib. Kematian yang adalah untuk menebus dosa seluruh umat manusia, mensucikan umat manusia dihadapan Allah, sekaligus memperdamaikan dosa manusia di hadapan Allah,” demikian petikan khotbah Pdt.Daniel Roslim dalam ibadah Jumat agung hari ini.

Akan tetapi tidak serta merta, walau sudah menerima penebusan maka manusia bisa kembali berbuat jahat atau dosa lagi. Tidak ada hukumnya seperti itu, tidak ada jalan yang setengah-setengah melainkan hanya satu jalan yakni di jalan Tuhan yang lurus.

“Yesus telah memperbaharui hidup jemaat, dan sekarang saatnya menjalani hidup baru yakni meninggalkan cara hidup lama yang tidak berkenan dihadapan Allah menjadi hidup baru yang diurapi kasih setia Allah melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib,” Pdt Daniel Roslim mengakhiri kalimat terakhir khotbah jumat agung.

Dalam ibadah jumat agung Christian City Church ini, diadakan pula prosesi Perjamuan kudus yang diawali dengan kreatifitas jemaat berupa sebuah drama musikal kisah penyaliban Yesus hingga kematian beliau di bukit Golgota.

Lihat juga...