Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Titiek Soeharto mengunjungi Kelompok Ternak Sapi Andini dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik di pedukuhan Bayen, Purwomartani, Kalasan, Sleman Yogyakarta, Selasa (29/3/2016). Dalam kunjungan itu, Titiek ingin memastikan apakah semua program bantuan pemerintah telah berjalan dengan baik.
Titiek Soeharto Kunjungi lokasi pengolahan pupuk organik
Didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, Widi Sutikno, Titiek Hediati Soeharto meninjau Kelompok Peternakan Sapi Andini Mulyo, yang merupakan program bantuan dari Kementerian Pertanian tahun 2012.
“Kunjungan kami selaku Komisi IV DPR RI adalah untuk memastikan apakah semua program bantuan pemerintah sudah berjalan dengan baik”, ungkap Titiek dalam sambutannya usai meninjau peternakan sapi Andini Mulyo.
Sebelumnya dalam kunjungan yang sama tersebut, Titiek Soeharto menyempatkan diri meninjau Kelompok Swadaya Masyarakat Purwo Berhati di pedukuhan yang sama, yang mengelola sampah rumah tangga menjadi pupuk organik.
Hasil pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cukup memenuhi kebutuhan pupuk warga setempat. Ditambah dengan pupuk organik dari limbah kotoran sapi.
Kendala yang dihadapi peternak saat ini, antara lain masih kurangnya sapi pejantan sehingga sapi-sapi bantuan pemerintah kurang cepat berkembang-biak. Sementara itu, kelompok pengelola sampah juga menghadapi kendala minimnya tenaga kerja, karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan sampah.
Terhadap semua keluhan itu, Titiek memaparkan jika selama ini pemeritah telah menggelontorkan sejumlah bantuan di bidang peternakan dan pertanian. Di wilayah DIY, kata Titiek, bahkan sudah dialokasikan bantuan sapi sebanyak 750 ekor. Untuk itu, Titiek berharap agar para kelompok tani dan ternak lebih aktif dalam memanfaatkan berbagai bantuan pemerintah.
Kelompok Ternak Andini Mulyo terdiri dari 22 orang anggota. Berdiri sejak tahun 2006, dan pada tahun 2012 mendapatkan bantuan sapi sebanyak 30 ekor. Hingga kini, sapi milik kelompok ternak Andini Mulyo telah berkembang menjadi 64 ekor. Kelompok Ternak Sapi Andini Mulyo menempati lahan kas desa seluas 6.800 meter persegi.
Lahan tersebut terbagi dalam beberapa bagian. Untuk pengembangan hijau pakan seluas 3.000 meter persegi, untuk pengolahan pupuk kandang dari sampah 2.600 meter persegi, dan untuk rumah produksi pupuk limbah sapi seluas 1.200 meter persegi.
Titiek kunjungi kandang sapi
Sementara itu, KSM Purwo Berhati dalam satu hari mampu mengumpulkan sampah rumah tangga sebanyak 1 Ton yang berasal dari lima pedukuhan di Purwomartani. Dari 1 Ton sampah itu, sebanyak 26 Persennya menjadi pupuk organik, lalu sisanya menjadi lapak atau rongsokan yang bisa dijual kembali dan sisanya lagi merupakan sampah yang tidak bisa didaur ulang lagi.