SELASA, 29 MARET 2016
Jurnalis : Rustam / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Rustam
KENDARI — Pelatihan pendidikan dasar (Diksar) pengenalan senjata dan tehnik menjinakkan bom yang dilakukan anggota Brimob Polda Sultra terhadap Satuan Pengamanan (Satpam) Universitas Haluoleo (UHO) berbuah petaka.
![]() |
| Pengamanan pasca granat meledak di Kampus UHO |
Tiga anggota Satpam UHO dan satu anggota Brimob Polda Sultra meninggal dunia akibat granat jenis nanas yang dijadikan simulasi Diksar tiba-tiba meledak dalam ruangan pelatihan di gedung Workshop UHO. Peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul 15.30 Wita, Selasa (29/3/2016).
Humas UHO, Hamdan yang dikonfirmasi mengenai peristiwa naas ini belum bisa memberikan keterangan.
” Saya masih mencari informasi. Saya belum tahu pasti jumlah korban meninggal dan luka,” kata Hamdan kepada Cendana News pukul 18.36 Wita, Selasa (29/3).
Meski demikian, informasi yang diperoleh nama korban yang meninggal dunia dari anggota Brimob Polda Sultra atas nama Brigadir Haidir. Sedangkan dari Satpam UHO yang meninggal dunia atas nama Kaharudin, Jufriadin dan satu orang lagi masih simpang siur.
Sementara korban luka-luka diantaranya Aiptu Safruddin anggota Satuan Brimob, Imran, Arham, Fajar, Asis, Hardiman dan La Ode Gusa. Korban luka dirawat di RS Kota Kendari.