SABTU, 26 MARET 2016
Jurnalis : Miechell Koagouw / Editor : Fadhlan Armey / Sumber Foto: Miechell Koagouw
TMII JAKARTA — Berbatasan dengan negara Malaysia di ujung timur, memiliki kepadatan penduduk yang masih rendah, membuat Kalimantan timur (Kaltim) lebih leluasa untuk mengembangkan sektor-sektor pariwisata yang ada disana. Provinsi yang menjadikan Kota Samarinda sebagai Ibukota provinsi ini, memiliki sebuah anjungan yang sangat luas di Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ). Sempat mengalami sedikit pemugaran di tahun 2002 untuk menambahkan beberapa bangunan sebagai tempat diorama setiap kabupaten di anjungan tersebut, sampai akhirnya Rumah adat Lamin dengan ciri khas lebar dan panjang milik suku dayak diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur H.Suwarna A.F. pada bulan Agustus 2002.
| ?Replika rumah Limas sebagai bangunan utama anjungan Kalimantan timur TMII |
Suku dayak dan Suku kutai merupakan penduduk asli Kalimantan timur. Provinsi ini juga memiliki sebuah sungai besar bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu Sungai Mahakam. Rumah adat Lamin merupakan bangunan utama anjungan Kalimantan Timur, terbuat dari kayu ulin, dengan keunikan dimana sambungan kayu-kayunya semua tidak menggunakan paku, melainkan hanya menggunakan pasak berikut ikatan-ikatan kuat tali rotan. Kayu ulin yang digunakan seringkali disebut juga kayu besi, karena memiliki keunggulan semakin sering kayu terkena air maka semakin kuat daya tahan kayu tersebut.
Zaman dahulu kala rumah ini dihuni oleh beberapa kepala keluarga bahkan bisa mencapai 25 hingga 30 kepala keluarga didalamnya. Namun seiring perkembangan zaman, maka sekarang sudah menjadi dua sampai tiga kepala keluarga saja penghuninya, karena banyak suku dayak yang sudah keluar dari hutan belantara untuk hidup membaur dengan penduduk pendatang di sana seperti dari Bugis, Jawa, Batak, Madura, Sunda, Toraja, Buton, dan lain-lainnya.
Melalui rumah adat Lamin, suku dayak memberikan contoh bagaimana asas gotong-royong yang sebenarnya, dalam membangun rumah semua masyarakat saling tolong menolong dalam membuat rumah. Selain kayu ulin atau kayu besi, suku dayak juga mengenal pohon Singkil yang turut ditanam di area anjungan Kalimantan timur TMII sebagai simbol kehidupan karena pohon tersebut diyakini dapat digunakan untuk memperlancar Air Susu Ibu (ASI) bagi para ibu yang menyusui.
Anjungan Kalimantan Timur menampilkan diorama-diorama menarik yang memiliki ciri khas tersendiri dari setiap kabupaten. Mulai dari hiasan-hiasan busana raja, pakaian adat tradisional, pakaian adat pengantin tradisional, tulisan serta lukisan yang menunjukkan sifat membumi dari kebudayaan dayak pada umumnya, sebagai suku asli, penghuni pulau Kalimantan khususnya Kalimantan timur.
Ukiran sekaligus patung dengan makna menarik ada di bubungan atas atap rumah adat Lamin, yakni burung enggang dan ular naga. Burung enggang melambangkan derajat sekaligus keluhuran budi suku dayak, sedangkan ular naga adalah perlambang jiwa kepahlawanan dan kekuatan suku dayak. Ukiran hewan cumi-cumi di rumah adat Lamin juga memiliki makna tertentu yaitu perlambang semangat kerakyatan suku dayak yang sangat tinggi. Sedangkan topeng dan tengkorak manusia bagi suku dayak adalah melambangkan kedamaian.
| ?Ukiran tembok khas suku dayak di anjungan Kalimantan timur TMII yang mengandung makna kearifan lokal suku dayak itu sendiri |
Selain ukiran patung, terdapat pula ukiran dinding maupun lukisan dinding dari suku dayak yang juga memiliki kandungan makna tertentu, diantaranya adalah, ukiran dinding atau lukisan mata yang terbuka adalah melambangkan sebuah penglihatan kebathinan suku dayak yang selalu dapat melihat setiap maksud jahat yang ditujukan kepada mereka dari orang lain. Patung Sambang lawing diletakkan di tengah halaman menghadap ke timur bersamaan dengan patung blontang.
Kepercayaan suku dayak adalah setiap patung menghadap ke timur bermakna mendatangkan rejeki serta kebaikan karena timur adalah awal mula terbitnya matahari, sedangkan patung menghadap ke barat bermakna menolak bala atau kejahatan karena barat adalah tempat terbenamnya matahari sehingga bumi memasuki gelapnya malam penuh misteri. Tidak lupa turut diletakkan di pintu masuk halaman anjungan sepasang patung Blontang, sejenis totem yang oleh suku dayak kuno merupakan simbol penjaga rumah dari mara bahaya.
Beragam simbol baik ukiran, patung, maupun lukisan dari suku dayak mempergunakan permainan warnanya masing-masing. Namun biasanya hanya lima warna yang mereka gunakan, yaitu kuning melambangkan kewibawaan, merah melambangkan keberanian, biru melambangkan kesetiaan, putih melambangkan kesucian, dan hitam melambangkan keteduhan.
Visi Anjungan Kalimantan Timur di TMII adalah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No.28/2014, yakni ‘ Terwujudnya pelayanan promosi dan informasi yang profesional bagi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara menuju Kaltim maju 2018 ‘. Artinya adalah, menonjolkan seluruh potensi wisata dengan menggerakkan berbagai elemen yang ada demi kemajuan Kalimantan timur secara menyeluruh. Visi ini dianggap sesuai dengan filosofi suku dayak, yang mengedepankan semangat kebersamaan dengan gotong-royong dalam membangun daerahnya. Berikut seluruh kabupaten sekaligus kota di wilayah Kalimantan timur yang siap mengusung visi tersebut dalam membangun Kalimantan timur, yakni :
Kota Samarinda, ibukota provinsi yang berbatasan langsung dengan kabupaten Kutai kartanegara serta dapat dicapai melalui perjalanan darat, laut, dan udara. Sungai Mahakam yang membelah kota Samarinda membuatnya menjadi ‘Gerbang’ menuju pedalaman Kalimantan Timur. Adapun Obyek-obyek wisata yang ada di Samarinda adalah :
1. Air Terjun Tanah Merah
2. Kebun Raya Unmul Samarinda
3. Desa Budaya Pampang
4. Telaga Permai Batu Besaung
5. Kampung Tenun Samarinda
6. Islamic Center Samarinda
Kota Bontang, berawal dari sebuah perkampungan di pinggir sungai yang dipimpin oleh seorang Tetua adat pada tahun 1952. Namun seiring perkembangan daerah itu maka perlahan menjadi sebuah kota hingga sekarang. Di era kepemimpinan tetua adat, maka kepemimpinan terbagi dua, yakni hal-hal menyangkut pemerintahan ditangani oleh kepala kampung, sedangkan yang menyangkut adat istiadat diatur oleh tetua adat. Adapun obyek-obyek wisata yang ada di kota Bontang adalah :
1. Pulau Beras Basah
2. Bontang Kuala
3. Wisata Hutan Mangrove
4. Lembah Hijau Lestari
5. Pulau Gusung
Kota Balikpapan, sebuah kota yang dikenal luas sebagai ‘kota minyak’ atau Banua Patra dengan nama asli sebelumnya adalah Bilipapan atau Balikkappan (logat banjar). Maskot kota Balikpapan adalah seekor hewan bernama Beruang Madu, yang mirisnya sekarang berada diambang kepunahan karena ulah manusia. Balikpapan merupakan kota dengan biaya hidup termahal se-indonesia. Adapun obyek-obyek wisata Kota Balikpapan adalah :
1. Pantai Kemala
2. Pantai Lamuru
3. Pantai Manggar Segara Sari
4. Penangkaran Buaya Tritip
5. Bukit Bangkirai
Kabupaten Paser, merupakan wilayah yang terletak paling selatan, dengan nama awalnya adalah kabupaten Pasir. Potensi pariwisata disini cukup bagus dan layak untuk dikembangkan sebagai penopang perekonomian daerah. Berikut obyek-obyek wisata di kabupaten Paser :
1. Telaga air panas ( Danum Layong )
2. Goa alam Loyang
3. Air Terjun gerigu
4. Goa Tengkorak
5. Pasir Pantai Tanjung Harapan
6. Pulau Batu Kapal Tanjung Harapan
7. Taman Hutan Raya Lati Petangis
Kabupaten Penajam Paser Utara, merupakan Kabupaten termuda di provinsi Kalimantan Timur yang merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Paser. Potensi pariwisata di daerah ini terbilang sangat didukung oleh letak posisinya yang strategis sebagai pintu gerbang trans kalimantan serta menjadi lalu lintas perdagangan antar provinsi. Obyek-obyek wisatanya adalah sebagai berikut :
1. Pantai Tanjung Jumlai
2. Pantai Sipakario (nipah-nipah)
3. Hutan Wisata Astari Lestari
4. Penangkaran Rusa
Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), merupakan wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat. Ibukota kabupaten berada di bilangan kecamatan ‘Long Bagun’ (julukan untuk Mahakam Ulu). Mahulu termasuk sebagai kawasan strategis nasional yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Kabupaten pemekaran Mahakam Ulu berkomitmen dalam menjaga kearifan lokal suku dayak khususnya di Kalimantan. Pemerintah daerah berniat membentuk percontohan desa adat di lima kecamatan yakni Long Apari, Long Pahangai, Long Bagun, Long Hubung dan Laham. Keberadaan desa adat ini nantinya yang menjaga kearifan lokal Mahakam Ulu yang didominasi warga suku dayak setempat. Melalui desa adat yang didalamnya diatur oleh dewan adat, maka kedepannya diyakini dapat mengusulkan sekaligus mengedepankan visi-misi pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat tanpa menodai kearifan lokal setempat. Obyek-obyek wisata di Mahulu adalah :
1. Batu Mili
2. Long Pahangai dan Long Tuyoq
3. Rukun Damai Long Bagun ilir
4. Riam Panjang, Riam Udang, dan Riam Haloq
5. Air terjun Ken’heq dan Air Terjun Haloq
6. Datah Bilang dan Batu Majang
Kabupaten Kutai Timur, adalah kabupaten dengan ibukota kabupaten terletak di Sangatta. Kutai timur merupakan wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai. Sejak awal pembentukannya, Kutai Timur baru memiliki dua orang Bupati, pertama kali adalah Awang Faroek Ishak sebagai Bupati dengan wakil Mahyudin. Obyek-obyek wisata vital di daerah ini adalah :
1. Taman Nasional Kutai
2. Goa Gunung Kombeng
3. Goa Ampanas Pangadan dan Goa Mardua
4. Desa Miau Baru
5. Pulau Birah-Birahan
6. Wisata Tambang dan Religi, Bukit Pelangi
Kabupaten Kutai Kartanegara, merupakan kelanjutan dari Kabupaten Kutai sebelum terjadinya pemekaran wilayah pada tahun 1999. Wilayah Kabupaten Kutai itu sendiri (termasuk Balikpapan, Bontang, dan Samarinda) adalah merupakan wilayah kekuasaan kesultanan Kutai kartanegara ing Martadipura. Kabupaten Kutai dimekarkan menjadi 4 (empat) daerah, yakni Kabupaten Kutai, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang. Kabupaten Kutai kartanegara memiliki nilai sejarah tinggi bagi bangsa Indonesia karena merupakan salah satu warisan leluhur era kejayaan kesultanan Kutai kartanegara ing Martadipura yang hingga sekarang ini menjadi simbol abadi kebanggaan kabupaten Kutai kartanegara di provinsi Kalimantan timur. Adapun obyek-obyek wisata bernilai sejarah yang ada di kabupaten Kutai kartanegara adalah sebagai berikut :
1. Museum Mulawarman
2. Bukit Bangkirai
3. Desa Sungai Bawang di Muara Badak
Kabupaten Kutai Barat, secara simbolis Kabupaten ini diresmikan oleh Menteri dalam negeri Republik Indonesia pada tanggal 12 Oktober 1999 di Jakarta dan secara operasional diresmikan oleh Gubernur Kalimantan timur pada tanggal 05 November 1999 di Sendawar, Kabupaten Kutai barat. Secara spesifik, wilayah berbukit dan bergunung akan banyak dijumpai di bagian hulu sungai mahakam, terutama di kecamatan Long Bagun, Long Pahangai, dan Long Apari. Obyek-obyek wisata Kutai Barat antara lain adalah :
1. Danau Jempang, Danau Acco, Danau Beluq
2. Air Terjun Jantur Gemuruh dan Jantur Inar
3. Lamin Adat Pepas Eheng
4. Situs Sendawar
5. Desa Tering
Kabupaten Berau, merupakan kabupaten dengan ibukota yang berada di Tanjung Redeb. Menurut sejarah berau, raja pertama yang memerintah disana bernama Baddit Dipattung dengan gelar Aji Raden Surya Nata Kesuma dan Isterinya bernama Baddit Kurindan dengan gelar Aji Permaisuri. Obyek-obyek wisata daerah berau adalah :
1. Pulau Derawan
2. Pulau Sangalaki
3. Danau Ubur-Ubur Pulau Kakaban
4. Danau Labuan Cermin
5. Kolam/pemandian Air Panas
6. Taman Buru Batu Putih
| ?Replika topeng dayak di anjungan kalimantan timur TMII |
Untuk pertunjukkan seni budaya berupa upacara adat berikut tari-tarian sesuai jadwal yang sudah ditentukan, maka pengelola anjungan Kalimantan timur TMII akan melangsungkannya di ruang pagelaran yang terletak di belakang rumah Lamin.