SENIN, 28 MARET 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Agus Nurchaliq
MALANG — Kandungan gizi dan vitamin yang tinggi di dalam daging ikan, membuat tiga orang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Billy Juliadi, Niko Alvian Akbar dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) serta Lailatul Wahdaniyah dari Fakultas Pertanian (FP) mencoba untuk berinovasi membuat bakso dari daging ikan lele.
![]() |
| Bakso berbahan baku lele |
Billy menjelaskan usaha yang diberi nama bakso “Wakyem” tersebut bermula dari keikutsertaan mereka bertiga dalam sebuah lomba kewirausahaan salah satu universitas di Yogyakarta. Dalam lomba tersebut ia bersama kedua temannya mencoba berinovasi membuat usaha bakso berbahan daging.
“Dari lomba tersebut kemudian kami implementasikan untuk menjadi peluang usaha bagi kami bertiga,”jelasnya kepada Cendana News, Senin (28/3/2016).
Menurutnya rasa bakso lele mereka tidak jauh berbeda dengan bakso yang terbuat dari daging sapi.
“Pernah saya cobakan ke teman-teman rasa bakso lele dengan bakso sapi, ternyata kata mereka rasanya hampir mirip,”ungkapnya.
Pemilihan daging ikan lele sebagai pengganti daging sapi untuk membuat bakso oleh ketiga mahasiswa ini bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, dari data statistik Perikanan, ketersedian ikan lele di Jawa Timur cukup bagus sehingga mudah di dapatkan.
“Meskipun sama-sama memiliki kandungan protein yang tinggi, daging ikan lele lebih mudah diolah dibandingkan dengan daging ikan lainnya,”terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan dengan menggunakan daging ikan lele untuk bakso, biaya produksinya lebih murah karena harga daging sapi jauh lebih mahal daripada daging ikan lele.
Billy juga menyampaikan, untuk membuat bakso berbahan daging lele prosesnya hampir sama dengan membuat bakso pada umumnya. Bedanya, terdapat racikan rahasia untuk menghilangkan bau amis dari daging lele.
Ia menjelaskan, sekarang banyak yang mengatakan bahwa pakan untuk ikan lele biasanya berasal dari kotoran manusia. Namun ia memastikan bahwa lele yang mereka buat di beri pakan secara normal berupa pakan khusus ikan.
“Dulu sempat membeli ikan lele dari pasar, namun sekarang kami langsung pasok dari alumni yang memiliki tambak lele sehingga lebih terjamin,”ucapnya.
Disebutkan, bakso lele kreasi tiga mahasiswa UB ini juga dikombinasikan dengan mie yang terbuat dari Bayam Merah.
![]() |
| Billy Juliadi |
Ia menyayangkan, karena kendala mengatur waktu jadwal kuliah usahanya tersebut belum bisa berjalan dengan lancar .
“Untuk sementara usah bakso lele kami tutup, namun nanti semester enam atau tujuh akan kami mulai lagi usaha ini,”pungkasnya.
