Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto : Ebed De Rosary
![]() |
| Pasar buah Sarotari di kota Larantuka |
Para pedagang tidak bersedia berjualan di tempat ini karena lokasi tidak strategis sehingga berpengaruh pada penjualan. Pembeli lebih memilih membeli pada penjual di pinggir jalan depan pasar buah maupun membelinya di pasar Inpres Larantuka.
“Tempatnya tidak strategis lagipula tidak ditata dengan baik,” ujar Margatetha Liwu seorang pedagang pisang kepada Cendana News, Senin (28/3/2016).
Dikatakan Eta sapaannya, daya beli masyarakat Flores Timur juga menurun drastis sejak ambruknya lembaga keuangan ilegal Mitra Tiara di Larantuka. Paling-paling, masyarakat cuma beli pisang Kepok atau isang Ambon saja untuk berjualan pisang goreng dan pisang lainnya untuk dimakan,
Yeremias Tobi seraong warga yang melintas di depan pasar buah saat ditanyai Cendana News mengaku miris melihat melihat mubazirnya pasar buah ini. Seharusnya ada perencanaan dahulu dan pembicaraan dengan para pedagang sebelum dibangun di lokasi tersebut.
“Kalau cuma sekedar dapat proyek dan asal bangun untuk apa. Lebih baik dibangun di tempat lain atau dananya dipakai untuk membangun pasar di kecamatan saja,” ungkap Yeremias.
Disaksikan Cendana News di lokasi pasar, depan jalan masuk pasar sebelah rimur terdapat bak sampah yang sudah penuh dan sampah banyak yang dibuang di luar bak sampah. Areal sekitar pasar sudah dipenuhi rerumputan.

Di dalam areal pasar dengan panjang 8 meter dan lebar 4 meter tersebut terdapat 14 los buah. Semua meja tempat berjualan dibuat permanen dan dilapisi keramik. Di bagian belakang terdapat sebuah bangunan MCK dengan dua kamar yang juga dikelilingi rerumputan.
Pasar yang berada persis di sebelah selatan badan jalan San Juan ini kelihatan sudah tidak terurus lagi. Tak ada penjual buah yang berjualan di depan areal pasar. Jika dilihat, bangunan pasar masih bagus dan bisa dipergunakan untuk berjualan.