SABTU, 5 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Potensi kerawanan kecelakaan lalulintas yang terjadi di jalur masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan menjadi perhatian pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni. Jalur masuk yang turunan bahkan kerapkali menjadi saksi bisu kecelakaan lalulintas akibat rem blong yang berujung pada kematian.
![]() |
| Perbaikan jalur rem blong |
Jalur rem blong yang berada di sebelah area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni tersebut menurut Manager Operasional PT ASDP Cabang Bakauheni, Heru Purwanto selama ini kondisinya sudah memprihatinkan, terutama karena material penahan berupa pasir dan batu split sudah berkurang.
“Bagian tekhnik sedang melakukan proses pengerjaan untuk jalur rem blong untuk mengantisipasi angka kecelakaan lalulintas di jalur masuk menuju pelabuhan Bakauheni,”ungkap Heru Purwanto saat dikonfirmasi Cendana News, Sabtu (5/3/2015)
Jalur rem blong tersebut memiliki panjang kurang lebih 25 meter dengan lebar sekitar 10 meter dan dibangun persis di depan kantor Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni.
Berdasarkan data kecelakaan lalulintas akibat rem blong rata rata terjadi pada kendaraan truk ekspedisi dan beberapa diantaranya akibat kondisi kendaraan tidak layak jalan dan kelalaian pengemudi. Beberapa masih terselamatkan dengan keberadaan jalur penyelamat atau jalur rem blong sementara beberapa terjun bebas ke laut akibat tak mengetahui adanya jalur rem blong.
Ia menuturkan jalur penyelamat di turunan, merupakan antisipasi untuk kendaraan yang tidak terkendali ketika di turunan (biasanya karena rem blong). Jalur ini berupa tanjakan yang berlawanan arah dengan turunan, konstruksinya dibuat berundak-undak. Dengan jalur ini diharapkan, kendaraan yang remnya blong bisa berhenti dengan selamat.
Berbagai upaya dilakukan oleh pihak Kepolisian Lalu Lintas dan PT ASDP untuk mengurangi kecelakaan lalulintas terutama menjelang masuk ke pintu rmasuk Pelabuhan Bakauheni. Selain melakukan perbaikan jalur keselamatan atau jalur rem blong PT ASDP juga melakukean penambahan rambu rambu peringatan.
“Kita lakukan berbagai upaya preventif, pembinaan di sekolah sekolah, instansi serta rajin melakukan sosialisasi tentang kesadaran berlalulintas untuk meminimalisir angka kecelakaan,” ujar Kasatlantas Polres Lampung Selatan AKP Mubiarto.

Dia menuturkan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat kelalaian pengendara, infrastruktur dan kondisi kendaraan yang tidak layak jalan.
“Untuk terus mengurangi jumlah korban laka lantas di wilayah hukum Lamsel, kami mengimbau para pengemudi angkutan umum maupun kendaraan pribadi agar selalu waspada saat mengemudi,” ujarnya.
Sementara itu, tambah dia, untuk pelajar yang belum memenuhi syarat usia memiliki SIM agar tidak mengendarai kendaraan.
“Patuhi peraturan Undang-Undang lalu lintas dan angkutan jalan, kalau sayang nyawa,” harap Kasat Lantas Polres Lamsel.
Secara serempak bahkan ungkap Mubiarto Operasi Simpatik Krakatau yang digelar oleh pihak polisi merupakan langkah untuk memberi pemahaman kepada para pengendara selain untuk menghindari kecelakaan juga untuk sosialisasi tertib berlalu lintas.