SABTU, 5 MARET 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Harun Alrosid
SOLO — Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Ham (Menkonpolhukam) Luhut Binsar Panjaitan berkunjungan ke wilayah Solo untuk bersilaturahmi dengan ulama dan kyai. Pertemuan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dikemas dalam Dialog Deradikalisasi “Bahaya Radikalisme Agama di Indonesia”.
![]() |
| Dialog Deradikalisasi |
“Peran ulama, kyai dan ibu – ibu NU untuk antisipasi radikalisme sangat besar, karena yang ada di bawah yang mengetahui secara langsung gerak gerik mereka,” ujar Menkopolhukam saat memberikan sambutan, Sabtu (6/3/2016).
Gerakan Pemuda (GP) Ansor lanjut Menkopulkam mempunyai peran yang tak kalah pentingnya dalam mengantisipasi tindak teroris di Indonesia. Peran pemuda untuk menjaga bangsa dan negara sangat besar, karena tanggung jawab menjaga kestabilan negara tidak hanya pemerintah.
Dalam mengawali tatap muka dengan kyai dan ulama di Solo Raya, Menkopolhukam bercerita tentang aksi teror di Indonesia tidak terlepas dari kondisi negara Timur Tengah yang terus bergejolak.
Negara-negara Timur Tengah yang awalnya hanya ingin demokrasi, tetapi yang terjadi justru kekacauan – kekacauan. Seperti yang terjadi di Syiria, Libyia, Zaman, konflik Saudi Arabia dengan Iran hingga lahirlah organisasi-organisasi teroris seperti Alqaedah dan ISIS.
“Organisasi Alqaedah dan ISIS ini yang bahaya, karena orang-orangnya telah diekspor diberbagai negara. Seperti di Eropa, Amerika, Asia Tenggara, hingga Australia,” paparnya.
Disebutkan Menkopolhukam, ada sejumlah tokoh yang menggerakkan idiologi ISIS di Indonesia. Sebagian masih berada di Syiria sebagian di Penjara Nusakambangan Indonesia. Diantaranya Bahrun Naim atau Bahrun Syam, Salim Mubaroq Atmi alias Abu Jandal, Umar Abdurahman, Abu Bakar Basyir, dan Abu Khusna.
“Merekalah yang menggerakkan kegiatan ISIS sampai hari ini,” terangnya.
Antisipasi aksi teror di Indonesia menurut Mekopolhukam adalah hasil kerja keras Intelijen, Bais, dan Polisi. Dengan teknologi yang semakin canggih menjadikan tugas antisipasi teror mampu mengikuti seluruh pergerakan ISIS yang akan melakukan aksi teror di Indonesia.
“Dengan teknologi juga kita telah menangkap 40 orang jaringan ISIS. Jadi kita sudah bisa menangkap gerak-gerik mereka,” pungkasnya.
Dialog Deradikalisasi ini dihadiri Ketua PB NU Nusron Wahid, Bupati Karanganyar, Kapolres Se Solo Raya, Dandim Se Solo Raya.