KAMIS, 31 MARET 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Tingginya intensitas hujan dan angin kencang yang sering melanda wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur membuat puluhan hektar tanaman padi milik petani daerah setempat roboh. Petani khawatir tanaman tersebut membusuk, dan terancam mengalami kerugian besar.
![]() |
| Petani sedang mengikat tanaman padi yang roboh |
“Akibat angin kencang dan hujan yang melanda daerah ini sekitar puluhan hektar tanaman padi milik petani roboh, petani sudah merasa khawatir nanti takutnya membusuk, karena ketika sampai membusuk petani akan mengalami kerugian yang cukup besar,” kata Karsono salah petani di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Kamis (31/3/2016).
Disebutkan, bahwa para petani terpaksa menegakkan kembali tanaman padi yang sudah roboh agar pertumbuhan tanaman itu bisa kembali normal seperti sediakala. Jika dibiarkan akan membusuk dan bulir yang baru keluar tidak akan maksimal, sehingga gabah yang dihasilkan nantinya akan berwarna hitam.
“Ya kalau dibiarkan dalam kondisi roboh jangan harap petani bisa panen, karena tanaman padi ini umurnya masih muda, jadi bulirnya masih belum keluar secara maksimal, makanya diikat agar bisa berdiri dan tidak gagal panen,” jelasnya.
Kejadian robohnya tanaman padi milik para petani di daerah ini memang seringkali terjadi dalam setiap musim. Lahan yang digarap petani tersebut menjadi langganan banjir. Apabila terendam air terlalu lama, batang padi tidak mampu menahan banyaknya bulir padi. Ditambah dengan adanya angin kencang yang tanaman itu tidak mampu bertahan dengan tegak.

Mereka hanya bisa berharap tanaman padi yang masih berumur muda itu bisa bertahan dengan upaya yang telah dilakukan, sehingga nanti ketika pada waktunya panen dapat memiliki hasil yang memuaskan agar tidak mengalami kerugian.