Mahasiswa Minta Beasiswa Supersemar Tidak Dihentikan

KAMIS, 31 MARET 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Agus Nurchaliq

MALANG — Dihentikannya operasional Yayasan Supersemar nampaknya memantik rasa kecewa dan kekhawatiran bagi para penerima beasiswa Supersemar yang masih aktif kuliah di seluruh Perguruan Tinggi seluruh Indonesia. Tidak terkecuali Sherin Fatturani mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) yang telah berhasil dua tahun berturut-turut memperoleh beasiswa unggulan Supersemar.
Mahasiswa penerima Supersemar
Sherin mengatakan, beasiswa Supersemar sangat membantu meringankan beban biaya pendidikannya. Dikatakan, Sherin mulai memperoleh beasiswa unggulan Supersemar sejak semester tiga, setelah ia berhasil memperoleh IPK lebih dari 3,5. Prestasi tersebut terus ia pertahankan hingga dua tahun ini.
“Alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa unggulan Supersemar dua tahun berturut-turut dengan nominal uang sebesar sepuluh juta Rupiah untuk dua semester yang biasanya dibayarakan satu tahun sekali,”jelasnya kepada Cendana News, Kamis (31/3/2016).
Menurutnya, beasiswa Supersemar dinilainya sudah sesuai dengan pembukaan Undang-undang Dasar 1945 tentang tujuan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, yang juga tertera dalam pasal 31 ayat 3 UUD 1945.
“Oleh karena itu saya sangat mendukung Yayasan Supersemar terkait dengan pemberian beasiswa Supersemar kepada para mahasiswa dan saya menyayangkan eksekusi Yayasan Supersemar yang tentunya juga akan berdampak pada penerima beasiswa,”ujarnya. 
Ditambahkan, penerima beasiswa unggulan Supersemar untuk periode yang lalu di UB yakni 3-4 orang dan untuk beasiswa reguler Supersemar mencapai 77 mahasiswa.
Hal senada juga disampaikan Amin Sholahudin Al Mumtaaz, mahasiswa penerima beasiswa reguler Supersemar dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang (FE UM). 
Ia mengatakan, beasiswa Supersemar sifatnya sangat membantu mahasiswa agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya dengan lebih baik lagi, terutama mahasiswa yang kesulitan dalam hal ekonomi. Dengan adanya beasiswa Supersemar, mahasiswa tidak perlu lagi khawatir dengan biaya pendidikannya dan bisa kembali fokus belajar dan berprestasi.
“Kami sebagai penerima beasiswa Supersemar jika tidak dibantu dengan beasiswa ini mungkin tidak bisa melanjutkan potensi yang ada di dalam diri kami karena terbentur masalah biaya,”ucapnya.
Amin sendiri mengaku mendapatkan beasiswa reguler Supersemar sebesar 1,35 juta Rupiah per semester. Ia mengatakan untuk pengajuan beasiswa sebelum bulan Oktober, dana masih bisa dicairkan. Namun untuk pengajuan setelah bulan Oktober dana tidak bisa dicairkan, sehingga mereka yang dulunya mendapat beasiswa mulai mencari cara bagaimana agar mereka tetap bisa melanjutkan perkuliahannya sehingga mereka tidak lagi fokus untuk belajar.
Harapannya, jangan sampai beasiswa ini dihentikan karena penerima beasiswa ini banyak yang berpotensi sekali menjadi pemikir-pemikir atau pemimpin yang bisa memimpin bangsa ini untuk kedepannya. 
“Jika beasiswa sampai dihentikan, tentunya mereka akan kesulitan secara finansial, bahkan bisa jadi mereka tidak bisa meneruskan pendidikannya,” ungkapnya.
“Kami minta khususnya kepada Presiden untuk membantu yayasan Supersemar agar dapat melanjutkan beasiswa ini sehingga para penerima dapat melanjutkan proses belajarnya secara maksimal dan fokus,”sambungya.
Selain Sherin dan Amin, hadir pula Rosi Vonica serta Ratna Oq Ferdilya penerima beasiswa reguler Supersemar dari Universitas Brawijaya.
Lihat juga...