PON XIX Jabar, Aher Akui Pangkas Setengah Bantuan Desa

KAMIS, 31 MARET 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah

BANDUNG — Gubenur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan akui pangkas setengah bantuan dana desa dari Pemprov untuk perayaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Semula mengalokasikan Rp.100 juta per desa, untuk pembangunan infrastruktur. Saat ini, Pemprov lewat APBD P 2016 hanya menganggarkan Rp 50 juta per desa.
Gubenur Jawa Barat, Ahmad Heryawan
“Itu terjadi karena memang Jabar jadi tuan rumah PON,” tutur pria karib disapa Aher ini, di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jabar, Jalan Muhamad Toha, Kota Bandung, Kamis (31/3/2016).
Dia tak menampik, anggaran terbesar pada tahun 2016 ini dialokasikan untuk keperluan hajat olah raga empat tahunan tersebut. Sebagai tuan rumah, Jabar mengeluarkan biaya hingga Rp  2,3 triliun.
“Saya harus megatakan bahwa anggaran atau program yang paling banyak menyedot anggaran tahun ini adalah program pelaksanaan PON,” bebernya.
Menurutnya, kebijakan pemangkasan dana desa ini hanya terjadi pada tahun 2016 ini. Jadi tahun selanjutnya akan kembali normal. Bahkan yang awalnya Rp. 100 juta, pada tahun 2017 dia akan menganggarkan Rp 150 juta per desa.
“Ya tentu harus dimaklumi mengapa tahun ini berkurang, tapi kan tahun depan tidak,” sahutnya
Karena pemangkasan ini, beberapa Kuwu alias Kepala Desa asal Cirebon sempat mendatangi tempat dinas Aher, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (30/3) kemarin. Kedatangan mereka untuk menuntut agar dana desa bisa diterima sesuai janji pemerintah, yaitu Rp. 100 juta.
Namun Aher sampaikan, tuntutan para kuwu tersebut sudah diselesaikan. “Sudah selesai. Enggak ada masalah apa-apa. Cuma matematikanya diubah. Sudah Sepakat,” pungkasnya.
Lihat juga...