Petugas Berjibaku Bersihkan, Warga Tetap Bandel Buang Sampah Sembarangan

SELASA, 29 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Kegigihan dan kerja keras petugas kebersihan dari Dinas Pasar, Kebersihan dan Keindahan Kabupaten Lampung Selatan patut diacungi jempol. Pasalnya, bekerja tanpa menggunakan masker dan pelindung serta alat keselamatan diri yang minim tak menyurutkan aktifitas petugas kebersihan tersebut. Salah satu kegiatan petugas kebersihan dari instansi tersebut diantaranya membersihkan lokasi pembuangan sampah yang merupakan sampah rumah tangga di sekitar asrama Polres Lampung Selatan.
Tempat pembuangan sampah sementara dadakan
Salah satu petugas kebersihan, Amir mengatakan,  awalnya lokasi tersebut tidak diperuntukkan sebagai tempat pembuangan sementara, namun karena sudah menjadi kebiasaan dan seringnya warga membuang sampah membuat tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dadakan.
“Setiap hari banyak sampah yang dibungkus plastik, untuk menghindari agar sampah tidak berserakan sempat disiapkan bak penampungan tapi lama kelamaan penuh selain itu masyarakat juga malas membuang sampah pada tempatnya,”ungkap Amir kepada Cendana News, Selasa (29/3/2016).
Selain dirinya, petugas kebersihan lain yang bertugas dan enggan disebutkan namanya mengaku kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya memang masih rendah. Hal tersebut terbukti dengan berserakannya sampah hingga ke jalan yang menghubungkan area Gedung olahraga (GOR) arah makam pahlawan Kalinda dan jalan menuju ke Polres Lampung Selatan.
“Silakan dinilai sendiri dan jika sampah berserakan tetap saja pihak terkait yang akan disalahkan dan seharusnya ini menjadi tanggungjawab bersama karena berkaitan dengan kebersihan dan keindahan,”ujarnya.
Ia bahkan mencontohkan, beberapa sampah berbahaya jenis kaca pecah, beberapa diantaranya tidak dipisahkan dan dimasukkan dalam plastik sehingga membahayakan petugas yang terkadang tidak menggunakan alat keselamatan memadai. Sementara sampah basah lainnya bahkan diobrak abrik oleh berbagai jenis hewan diantaranya kucing, anjing, ayam dan menyebar hingga ke jalan.
Belum lagi masalah sampah, jalanan di area dekat lokasi pembuangan sampah tersebut kerap tergenang air dan mengalir ke jalan, menimbulkan bau tak sedap.
Salah seorang warga di sekitar lokasi tersebut, Hamdani menyebutkan, lokasi yang sebelumnya merupakan milik instansi pemerintah diharapkan dapat dibangun, agar tidak menjadi tempat pembuangan sampah. Pembuatan gedung atau bangunan di lokasi tersebut diharapkan bisa membuat warga mengurungkan untuk membuang sampah.
“Dari tahun ke tahun selalu menjadi biang keladi bau tak sedap, kotor dan kumuh ditambah genangan air ikut menjadi sumber bau tak sedap, lahan di sekitar ini kan lahan milik instansi tertentu alangkah baiknya dibuat bangunan saja,”ungkapnya kesal.
Ia juga tak berdaya menjadi “konsumen” penerima bau tak sedap secara tidak langsung meskipun pembuang sampah biasanya berasal dari wilayah lain. Lokasi tersebut bahkan pernah terjadi peristiwa kebakaran akibat sampah yang menyebar dan saat musim kemarau ada oknum tak bertanggungjawab membuang puntung rokok dan beruntung tidak merembet ke pemukiman warga.
Pantauan Cendana News, petugas kebersihan selalu berjibaku membersihkan sampah tersebut sebelum membawa bak truk sampah besar dan membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Way Lubuk. Pembersihan dalam skala besar dilakukan dengan melibatkan alat berat dengan harapan lokasi tersebut lebih bersih dan diberi tempat khusus untuk membuang sampah dan bisa diambil sewaktu waktu oleh petugas kebersihan. Namun kurangnya kesadaran warga tetap mengakibatkan sampah berserakan di luar kotak yang disediakan.
Lihat juga...