Peringatan Serangan Oemoem 1 Maret. Soeharjo Soebardi : Pahlawan Harus Dihargai

SELASA, 1 MARET 2016
Jurnalis: Harun Alrosid / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Harun Alrosid

YOGYAKARTA—Ratusan warga Yogyakarta mempunyai cara tersendiri untuk memperingati Serangan Oemoem 1 Maret 1949, yakni dengan turut serta memeriahkan hari jadi Museum Memorial Jenderal Besar H.M.Soeharto yang ke 3 tahun. 

Soeharjo Soebardi


“Acara ini lebih memberikan semangat kepada masyarakat untuk meneruskan perjuangan pahlawan-pahlawan kita guna membangun Indonesia,” kata Soeharjo Soebardi dalam sambutan sebelum membuka gerak jalan sehat, Selasa (1/03/16). 
Adik Ipar dari Probo Soetejdo ini menegaskan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan. Salah satunya adalah dengan tetap meneladani nilai-nilai serta perjuangan para pemimpin di Indonesia. “Pahlawan harus dihargai, apapun pemimpin itu,” terangnya.  
Menurutnya banyak nilai-nilai yang dapat diambil dari peringatan Serangan Oemoem 1 maret ini. Salah satunya adalah sebagai titik awal bangsa Indonesia diakui di mata dunia. “Serangan selama 6 jam ini teranyata bisa menjadi tonggak awal bangsa Indonesia sehingga diakui dunia. Sebelum ada serangan ini TNI/Polri kita tidak dianggap oleh Belanda,” papar Dewan Penasehat Museum Memorial HM. Soeharto.

Ditambahkan, keberadaan museum ini sama pentingnya dengan perjuangan para pahlawan yang telah gugur. Museum ini dapat memberikan pemahaman sekaligus gambaran terhadap Jenderal Besar yang memimpin Serangan Oemoem 1 Maret di Jogyakarta.

Di museum ini terdapat perjalanan dan sejarah Soeharto dari sejak lahir hingga berakhirnya masa pemerintahan Presiden Soeharto pada 1998. “Kami juga akan mendirikan Soeharto Center. Salah satunya terkait Soeharto yang dikenal sebagai Bapak Pembangunan,” ucapnya. 

Direncanakan pada Peringatan Supersemar nanti Museum akan mengeluarkan buku yang berisi 50 Inisiatif Soeharto. Buku 50 Inisiatif Soeharto akan diluncurkan pada 15 Meret 2016 di UGM. “Banyak sekali temuan dari arsip-arsip yang kita kumpulkan. Salah satunya dengan menemukan 4.200 naskah pidato Pak Harto,” ungkapnya.
Dengan hadirnya Museum Memorial HM. Soeharto ini perhatian masyarakat juga semakin tinggi. Terbukti hampir tiap hari penunjung yang datang di Museum ini mencapai seratusan orang. “Beda lagi kalau akhir pekan bisa sampai seribuan. Bahkan orang asing, veteran  Amerika mengunjungi museum ini,” pungkasnya.
Dalam memperingati 67 tahun Serangan Oemoem 1 Maret sekaligus HUT Meseum Memorial HM. Soeharto ke – 3 ini, pihak Pengelola Museum juga banyak berterimakasih terhadap antusias masyarakat yang ikut hadir dan memeriahkan kegiatan tersebut. 
Lihat juga...