LAMPUNG — Perbaikan jalan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan dikeluhkan masyarakat di seputaran Jalan lintas timur (Jalintim), tepatnya dusun kenyayan Kecamatan Bakauheni. Pengerukan yang menyebabkan tanah bertebaran di badan jalan menyebabkan debu beterbangan dan masuk ke rumah warga.
Perbaikan Jalan Lintas Timur
Seorang warga, Adi (30) mengatakan, sejak seminggu terakhir selalu disuguhi udara berdebu akibat banyaknya mobil mengangkut material yang melintas tanpa adanya penyiraman. Bukan hanya menganggu pernafasan, perabotan rumah tangga juga ikut menguning terkena imbasnya.
“Sampai-sampai susah bernafas, kalau batuk pilek sudah pasti, tapi aktifitas harian kami jadi terganggu, apalagi untuk parkir karena jalan sudah dilubangi sedalam setengah meter,” ungkap Adi kepada Cendana News, Senin (21/3/2016).
Seorang pemilik rumah makan juga mengeluhkan hal serupa. Perbaikan jalan dengan tidak melakukan penyiraman menyebaban debu bertebaran, apalagi kalau ada kendaraan yang nekat melintasi jalan tanah itu.
“Warung saya terpaksa ditutupi pake tirai karena kalau tidak ditutupi debu masuk ke dalam. Orang-orang enggan datang karena banyak debu,” kata pedagang makanan di sepanjang Jalan Lintas Timur tersebut.
Senada disampaikan seorang pengendara sepeda motor Andri (27) yang mengaku sangat terganggu debu dari aktivitas pengejaan pelebaran jalan. Terlebih kemacetan yang terjadi membuat pengendara sepeda motor terpaksa menghirup banyak debu.
“Saya sudah pakai kaca helm, tapi tetap saja debu masuk mata sampai berair dan sulit bernafas. Apalagi jalanan macet dan banyak kendaraan besar melintas,” keluhnya.
Ia juga mengeluh sebab aktifitas masyarakat yang hendak berbelanja di pasar menjadi terganggu dengan galian cukup dalam dan lokasi parkir terbatas di sepanjang jalan tersebut. Sementara juru parkir bahkan mengggunakan trotoar dan lubang galian untuk lokasi parkir ratusan kendaraan yang ditinggal pemiliknya berbelanja di pasar.
Menyikapi hal tersebut, personil Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, Heru menyebutkan, pihaknya menyiagakan belasan personil pada saat jam jam sibuk terutama pagi hari saat pekerja berangkat aktifitas dan pasar pagi buka.
”Kita siagakan di sana, untuk mengantisipasi kemacetan tapi hanya jam jam tertentu karena kemacetan terjadi pada saat pagi hari terutama ketika pasar buka, setelah siang hari pengaturan lalu lintas dilakukan oleh pengelola pengerjaan jalan,”jelasnya.
Pengaturan lalulintas dilakukan oleh anggota Dishub sebab lalulintas dari dua arah pertemuan Jalan Lintas Sumatera dan Jalan Lintas Timur sementara hanya bisa menggunakan satu jalur. Sistem buka tutup dilakukan untuk menghindari kemacetan dengan menyempitnya luas jalan yang hanya bisa dilalui kendaraan searah sementara jalan diperbaiki.
Seperti diketahui, proyek penguatan jalan di Jalintim sepanjang satu kilometer lebih dimulai dari Dusun Muara Piluk hingga ke Dusun Kenyayan dengan sistem rigid. Pengerjaan dilakukan dengan membongkar aspal yang bergelombang dan menggantinya dengan beton.
Anto, salah satu pengawas proyek tersebut mengaku perbaikan Jalan Lintas Timur dilakukan dengan melakukan penambalan dan perbaikan total di sejumlah titik. Perbaikan jalan nasional tersebut dilakukan di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan sebagai persiapan mudik.
“Jauh jauh hari Kementerian Pekerjaan Umum sudah melakukan proses perbaikan di beberapa titik jalan rusak agar bisa dilalui saat mudik mendatang,”ungkap Anto.
Sebelumnya Firdaus, dari Subdit Reservasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat dikonfirmasi Cendana News mengaku akan segera melakukan penutupan lubang serta membuat jalur air di wilayah yang tergenang di sepanjang Jalintim dan Jalinsum.
“Langkah awal kita akan lakukan pengerukan jalan yang akan diperbaiki kemudian dilakukan penimbunan dengan aspal baru agar lubang yang ada di sepanjang Jalinsum bisa lebih mulus lagi dan bisa digunakan saat arus mudik,”ungkapnya.
Ia bahkan mengharapkan pengertian masyarakat yang terganggu dengan aktifitas perbaikan jalan baik karena debu dan material serta alat berat proyek. Dipastikan olehnya setelah selesai jalan diperbaiki masyarakat akan bisa mengambil manfaat dengan kondisi jalan yang lebih bagus dari sebelumnya dan bisa beraktifitas di jalan raya dengan nyaman.