Pencinta Minuman di Pontianak Jadikan Warung Kopi Sebagai Kantor

SABTU, 12 MARET 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram

PONTIANAK —  Sejumlah warung kopi tumbuh subur di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Budaya minum kopi di kota Khatulistiwa ini sudah sejak lama. Meski berjejer berdampingan, pengunjung warung kopi selalu ramai setiap harinya sejak pukul 04.00 hingga pukul 00.00 WIB. Warung kopi di Pontianak sudah dianggap sebagai ajang tren gaul masa kini di Pontianak.
Warung Kopi di Pontianak
Betapa tidak, para pengunjung warung kopi di Pontianak mulai anak baru gede atau ABG hingga kakek, nenek , hingga kakek, ada di warung kopi. Mereka berjam-jam di warung kopi mencari inspirasi dan membicarakan bisnis hingga perjodohan. Bagi mereka warung kopi adalah sumber segalanya.
“Warung kopi adalah sumber inspirasi informasi. Saya sehari ke warung kopi bisa 8 kali ke tempat yang berbeda,” ucap penikmat kopi, Seprinus, dijumpai di Jalan Hijas, Kecamatan Pontianak Selatan, Minggu (12/3/2016).
Bagi Seprinus, warung kopi adalah tempat kantornya kedua. Ia bisa menyelesaikan pekerjaannya di warung kopi dengan bantuan jaringan internet. 
“Ini zaman sudah maju. Di mana pun saya bisa bekerja, asal ada jaringan internet,” ujarnya, yang mengaku bekerja di bagian proyek konstruksi bangunan ini.
Dalam sebulan, ia bisa merogoh kocek dalam-dalam demi pengeluaran meminum kopi. Namun, hal itu baginya adalah sebuah perjuangan untuk memulai bisnis dengan rekan-rekan kerja lainnya. 
“Lobi proyek biasanya di warung kopi. Transaksi juga. Sebulan pengeluaran untuk ngopi Rp.3juta. Ya anggap aja itu modal usaha aja,” ucapnya.
Penikmat kopi lainnya adalah seorang wanita. bernama Febriyani. Ia merupakan pebisnis baju. Ia mengaku melakukan transaksi di warung kopi. Bahkan ia mengaku warung kopi adalah kantor utamanya.
“Setiap hari saya ke warung kopi. Saya bawa baju saya ke warung kopi. Ibu-ibu muda biasanya yang beli,” ucapnya, yang mengakui penghasilan bersih sebulan Rp.5 juta.
Ia bercerita, warung kopi juga sebagai tempat wisata. Karena, di warung kopi itulah ia bisa bertemu dengan berbagai kalangan. 
“Ya sekalian wisata ini. Saya biasanya bawa anak-anak ke warung kopi”. 
Lihat juga...