Pembebasan Lahan Kendala Utama Pembangunan Jalan Tol Balikpapan – Samarinda

KAMIS, 24 MARET 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : Fadhlan Armey / Sumber Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Presiden Joko Widodo optimis pelaksanaan pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda bakal selesai pada 2018 mendatang atau selesai lebih cepat dari yang dijadwalkan sebelumnya tahun 2019, hal ini di ungkapkannya saat melakukan peninjauan ke Balikpapan Kamis (24/3/2016).
Presiden Joko Widodo tinjau jalan Tol Balikpapan – Samarinda pada Kamis Pagi Pukul 10.00 wita
Menurutnya, pembebasan lahan sampai saat ini baru mencapai 85 persen, ini mesti cepat di selesaikan soalnya pekerjaan konstruksi berjalan terus
“Saya ke sini untuk memastikan pembangunan sudah mulai lagi. Problem terbesar semua proyek pada pembebasan lahan.  Kalau gak diselesaikan, gak rampung-rampung. Kalau konstruksi sih cepat sekali,” katanya.
sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek memberikan penjelasan singkat mengenai progres pembangunan jalan tol kepada Presiden Jokowi.
Pembangunan tol Balikpapan-Samarinda secara rinci dibagi menjadi 5 seksi, yaitu seksi I ruas Km 13 – Samboja sepanjang 22,5 km dengan nilai investasi 1,4 triliun dan realisasi 13 persen. Seksi II, jalan dari Samboja – Palaran 1 panjang 23 km. Seksi III, ruas Samboja – Palaran 2 panjang 21,9 km. Seksi IV, Palaran – Jembatan Mahkota II panjang 17,7 km, dan seksi V, km 13 Balikpapan – Sepinggan sepanjang 11 kilometer, jelasnya
Dengan kehadiran jalan tol yang panjangnya tidak sampai 100 kilometer itu terbagi dalam 4 lajur dan 2 arah, bakal memangkas lama perjalanan yang biasanya 3 jam menjadi sekitar 1 jam lebih dengan kecepatan rata-rata 80 kilometer per jam.
Lihat juga...