KAMIS, 10 MARET 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto : Ebed De Rosary
MAUMERE – Pembangunan yang dilaksanakan pemerintah provinsi NTT di tahun 2016 lebih menitikberatkan pada pembangunan di pulau Timor bukan pulau Flores yang juga menjadi salah satu pulau terbesar di provinsi NTT.
![]() |
| Musrembang kabupaten Sikka yang berlangsung di aula Unipa Maumere |
Hal ini dipersoalkan Yosef Benyamin,SH kepala bagian Tata Pemerintahan Setda Sikka dan Markus Melo, ketua Komisi III DPRD Sikka saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) kabupaten Sikka, Kamis (10/3/2016). Pertanyaan ini dilontarkan usai pemaparan oleh Bappeda NTT saat Musrembang yang berlangsung di aula Unipa Maumere.
“Pemerataan pembangunan harus dilakukan provinsi, kelihatannya pemerintah provinsi NTT pilih kasih dimana kabupaten dan kota di pulau Timor mendapat porsi dana lebih besar, “ ujar Yosef Benyamin.
Sementara Markus Melo mempersoalkan kota Kupang yang mendapat alokasi dana sebesar 55 persen sementara kabupaten lainnya hanya berkisar antara 3 sampai 4 persen saja. Markus berharap agar setiap kabupaten atau kota mendapat minimal sama atau tidak terlalu jauh berbeda.
“Ini kan tidak adil, ada yang dapat besar dan ada daerah yang dapatnya sangat kecil, “ gugat Markus.
![]() |
| Agus Fahik, Plh. Sekertaris Bappeda provinsi NTT |
Agus Fahik, Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan membidangi Fisik dan Pra Sarana Bappeda NTT yang ditemui Cendana News saat rehat kegiatan mengamini hal ini. Dikatakan Agus, memang ada beberapa point yang menjadi pertimbangan hingga diambil keputusan tersebut.
Pertama papar Agus, ada aturan pemerintah dimana kawasan perbatasan negara harus mendapat prioritas dan pulau Timor merupakan daerah perbatasan. Kedua, pusat kegiatan nasional ada di kota Kupang, maka kota Kupang harus didorong habis-habisan.
Selain itu tambah Plh. Sekertaris Bappeda NTT ini, di pulau Flores pelabuhan udara ada 12 sementara di pulau Timor cuma ada 2 bandara. Pelabuhan laut juga sambungnya, di Timor ada 2 sementara di Flores ada 8 dermaga. Yang kelima papar Agus, pariwisata di Flores lebih maju dan banyak event berskala nasional maupun internasional.
“Tahun 2015 ada event Sail Komodo sementara tahun 2016 ada Tour de Flores dan Hari Nusantara. Semua kegiatan besar ini berada di Flores dan ada dana ikutan yang diberikan pemerintah,” sebut Agus.
Terkait pembangunan bendungan atau waduk berukuran besar, pulau Timor mendapat jatah 5 bendungan atau waduk karena merupakan daerah kering. Sementara pulau Flores yang masuk daerah basah mendapat jatah 2 bendungan besar. Jika dilihat, pulau Flores bisa dikatakan sudah lebih baik kondisinya dibandingkan dengan pulau Timor.
Terkait prioritas pembangunan tahun 2017, Pemerintah Provinsi NTT akan mendorong pembangunan ifrastruktur menggunakan pola komunasi infrastruktur dimana akan dibangun jalan hotmix atau lapen sepanjang 3 sampai 4 kilometer di setiap kabupaten.
Pemerintah provinsi juga akan mendorong sumber daya air khusunya irigasi pertanian dengan prioritas pada kabupaten yang menjadi lumbung beras propinsi, seperti Manggarai, Mabar, Sikka juga Ngada.
Prioritas ketiga terangnya, pada bidang kesehatan dengan belanja fungsi kesehatan harus naik sampai 10 persen. Provinsi NTT akan melakukan intervensi pada puskesmas dan posyandu dengan memberikan intensif pada petugas kesehatan serta bantauan alat kesehatan bagi rumah sakit daerah.
“Untuk bidang pariwisata, kami akan membangun Lasiana dan NTT Fair. Diharapkan dengan adanya promosi dan berbagai kegiatan lain, sektor pariwisata akan berkembang, pesat “ pungkasnya.
