Musim Hujan, Proses Pengeringan Ikan Asin di Sumenep Terhambat

SABTU, 26 MARET 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul

SUMENEP — Sejak memasuki musim penghujan, pengusaha ikan asin di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur harus membutuhkan waktu lumayan lama dalam proses  pengeringan.
Salah seorang warga yang sedang menjemur ikan teri
Bisasanya pada saat musim kemarau, menjemur ikan asin hanya membutuhkan waktu satu hari, namun pada musim hujan tidak bisa ditentukan.
“Kalau musim hujan seperti sekarang ini pengeringan tersebut memakan waktu dua hingga tiga hari, itupun jika tidak ada hujan terus menerus. Makanya jika kondisi tidak memungkinkan seperti saat ini, proses pengeringan ikan asin terhambat,” kata Samsuri (30) salah seorang pengusaha ikan asin asal Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Sabtu (26/3/2016).
Disebutkan, kendala tersebut dikarenakan masih menggunakan cara tradisional, karena belum memiliki peralatan modern.
“Ketika hujan turun kami akan kebingungan, karena dengan waktu cepat harus memindahkan ikan yang dijemur, sebab jika tidak cepat akan terkena hujan dan ikan tersebut basah. Makanya kami kalau musim seperti ini tidak banyak membeli ikan mentah,” jelasnya.
Usaha pengeringan ikan asin di desa tersebut memang telah dilakukan warga sejak puluhan tahun yang lalu, sebab secara geografis desa dekat dengan laut. Mereka lebih memanfaatkannya sebai usaha. Biasanya warga yang  mengeringkan ikan itu kemudian dijual ke pasar tradisional, namun ada sebagian juga yang menjual ke luar kota.
Ketika terjadi hujan terus menerus mereka terpaksa mengeringkan  di dalam gudang maupun tempat yang beratap supaya ikan tersebut tidak basah. Sedangkan jenis ikan yang dikeringkan oleh warga pada umumnya jenis ikan teri, ikan kampar, dan ikan belanak.
Lihat juga...