MINGGU, 13 MARET 2016
Jurnalis: Rianto Nudiansyah / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Rianto Nudiansyah
BANDUNG — Kaum hawa biasanya mencari binatang yang lucu untuk dipelihara, misalnya kucing, anjing ataupun kelinci. Namun salah seorang wanita asal Kota Bandung, Ming Cu (27) punya hobi unik memelihara binatang yang beberapa orang mungkin menilai cukup mengerikan.
![]() |
| Ming Cu |
Sejak tahun 2010 lalu, dia gemar mengoleksi tarantula. Meskipun secara tampilan tarantula cukup membuat orang ngeri, namun bagi Ming Cu binatang dengan nama latin theraphosedae ini memiliki keindahan tersendiri.
“Awalnya saya nemu di depan rumah, enggak takut malahan cantik, warnanya juga bagus, setelah itu saya ketagihan koleksi tarantula,” tutur Min Cu saat ditemui di tempat tinggalnya di Jalan Otto-Iskandardinata, Kota Bandung, Minggu (13/3/2016).
Semenjak itu, dia mencari-cari orang yang menjual tarantula. Kini koleksinya sudah mencapai ribuan. Bahkan, dia menjadikan tiga ruangan yang ditata khusus sebagai kandang dari binatang peliharannya ini. Menurutnya, tarantula asli Indonesia pun tak kalah indah daripada yang didapat dari luar negeri.
“Ada tiga tipe tarantula, pertama yang hanya kesemutan bila digigit, namanya low venom. Ada juga medium venom kesemutannya lebih kerasa dan sembuhnya juga lama. Yang ketiga itu high venom bisa sampai demam satu minggu. Tapi koleksi saya enggak ada yang sampai mematikan,” bebernya.
Dia paham betul, selain kebutuhan pakan setiap binatang tentu harus juga dipenuhi kebutuhan biologisnya. Min Cu pun mengawin-ngawinkan tarantulanya.
“Tarantula kan harus kawin yah, jadi saya kawin-kawinkan. Kebetulan anaknya banyak, jadi saya jual juga ke orang-orang yang memang hobi dan tanggung jawab,” ulasnya.
Dia katakan, sifat tarantula betina biasanya lebih agresif, apalagi seusai kawin. Tak jarang untuk pejantannya dilahap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
“Saya sempat kehilangan pejantan sampai 7 kali baru berhasil. Saya beli lagi pejantannya beberapa kali,” katanya.
Meski sudah memiliki ribuan tarantula, namun Min Cu masih ingin menambah koleksinya. Ada dua jenis tarantula dari India dan Afrika yang hingga kini masih dia idam-idamkan.
“Kalau yang dari India jenisnya trigmopoeus psychedelicus, kalau yang dari Afrika Harpactira Pulchripes. Tapi mahal, dua-duanya warnanya bagus,” pungkasnya.