Menelantarkan Pekerjaan Pembangunan Puskesmas, Dua Kontraktor Masuk Daftar Hitam

RABU, 2 MARET 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary

MAUMERE—Dua kontraktor yakni CV. Siti Parmadi Karya dan CV. Adiputra Yasa dimasukkan dalam daftar hitam kontraktor oleh Pemerintah Kabupaten Sikka. Dua kontraktor asal luar provinsi NTT ini menelantarkan dua proyek pengerjaan setelah menerima uang muka 30 persen di tahun 2015.

Kabag Pembangunan Setda kabupaten Sikka,Daniel Ratu.

CV. Siti Permadi Karya mengerjakan pembangunan ruang rawat jalan Puskesmas Kewapante di Kecamatan Kewapante dengan pagu anggaran 1,1 miliar rupiah dari kontrak senilai 1,3 miliar rupiah. Pembangunan fisik yang sudah dikerjakan yakni 11,49 persen dengan realisasi keuangan 30 persen atau setara 311.150.000 rupiah.
Sedangkan CV. Hari Putra Yasa mengerjakan pembangunan ruang rawat jalan Puskesmas Watubaing di Kecamatan Talibura dengan pagu anggaran 1 miliar rupiah dari kontrak sebesar 958.237.000 rupiah. Pembangunn fisik yag sudah dikerjakan yakni 32,81 persen, dengan realisasi keuangan 30 persen atau setara 287.471.100 rupiah.
Proyek pengerjaan pembangunankantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang belum selesai dikerjakan.
Hal ini disampaikan kepala bagian Pembangunan Setda Sikka,Daniel Ratu saat ditemui Cendana News di kantornya,Rabu (2/3/2016).Dikatakan Daniel,kedua kontraktor ini berasal dari luar kabupaten Sikka dan hanya mengambil uang muka dan sebentar saja melakukan kegiatan pembangunan fisik.
“Kontraktornya menghilang dan tidak melaksanakan pekerjaan sehingga dilakukan pemutusan kontrak,” ujar Daniel.
Data yang didapat Cendana News dari Daniel menyebutkan, untuk tahun 2015 lalu, jumlah paket yang dilelang sebanyak 612 paket. Jumlah tersebut terdiri atas Paket Lelang sebanyak 200 paket, Pengadaan Langsung sebanyak 437 paket, Swakelola 93 paket, E-Purchasing 8 paket sedangkan Gagal Lelang 1 paket.
Sementara itu terdapat 65 paket diberikan penambahan 50 hari kerja yang tersebar di tujuh satuan kerja perangkat daerah yakni dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi sebanyak 45 paket serta Dinas Pertanian dan Perkebunan 8 paket. 
Proyek pengerjaan pembangunankantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang belum selesai dikerjakan.
Selain itu dinas Kesehatan empat paket, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan empat paket, bagian Umum dan Perlengkapan dua paket. Sementara Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata masing-masing satu paket.
Daniel menjelaskan, seperti juga disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan BPC Gapensi Sikka, Jumat (26/2/2016) mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sikka berharap agar pelaksanaan lain terkait dengan kegiatan proyek dan diminta agar tidak terulang di tahun 2016 yakni rekanan melaksanakan kegiatan di lapangan tidak sesuai dengan jadwal pengerjaan yang direncanakan sehingga penyelesaian pengerjaan fisik tidak sesuai dengan masa kontrak. 
Selain itu, jelas Daniel, rekanan tidak tertib dalam mempersiapkan administrasi pencairan uang muka dan pencairan termin sehingga terjadi keterlambatan pengerjaan. Masih adanya pelaksana atau rekanan terlambat melaksanakan pekerjaan fisik di lapangan karena masih menuggu pencairan uang muka.
Papan nama proyek pengerjaan pembangunan kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sikka.
Kontraktor juga tidak memiliki peralatan kerja serta telah mencairkan uang muka namun tidak dipergunakan pada paket pengerjaan tersebut. Juga terjadinya penundaan pekerjaan di lapangan,disebabkan kondisi finansial pelaksana atau rekanan yang kurang baik yang berakibat penundaan atau penghentian pengerjaan proyek.
“Juga masih adanya rekanan yang tidak mau melakukan pengajuan pencairan uang muka serta sudah tanda tangan kontrak tapi belum melakukan pelaksanaan fisik di lapangan serta tidak memasang papan nama proyek,”  beber Daniel.
Wakil Bupati Sikka, Drs.Paolus Nong Susar dalam Rapat Anggota Tahunan BPC Gapensi Sikka juga mengungkapkan kemarahannya terkait perilaku buruk kontraktor saat memberikan arahan. Ia benar-benar menyesalkan tindakan tidak bertanggungjawab kontraktor yang ternyata hanya mencari keuntungan semata di Kabupaten Sikka.
“Kami diminta untuk peletakan batu pertama namun kerjanya saat awal saja setelah itu kita tidak tahu lagi keberadaannya. Ini contoh kontaraktor yang tidak punya tangung jawab,” sesal Wabup Sikka. 
Kepada para kontraktor yang tergabung di Gapensi Sikka, Wabup Nong Susar berpesan agar hati-hati memberikan bendera kontraktor kepada perusahaan lain. 
Lihat juga...