Kota Denpasar Ikut Semarakan Gerakan Earth Hour 2016

MINGGU, 20 MARET 2016
Jurnalis : Bobby Andalan / Editor : Fadhlan Armey /  Sumber Foto: Bobby Andalan

BALI — Kota Denpasar sebagai salah satu Kota Besar di Indonesia, menjadi bagian dari aksi gaya hidup ramah lingkungan, dengan menggelar aksi “switch off” (gerakan mematikan lampu) selama satu jam dari Pukul 20.30-21.30 Wita.
Gerakan Earth Hour 2016 di Denpasar
Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Earth Hour 2016 dengan pakaian hitam yang bertuliskan “Ini Aksiku, Napi Aksi Ragane” tampak memenuhi Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung yang dipusatkan di Patung Catur Muka. Acara dihadiri Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar, AA Bagus Sudarsana, CEO World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Efransjah, serta masyarakat.
CEO WWF Indonesia, Efransjah yang ditemui di sela-sela acara mengatakan, WWF ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007. Saat itu, 2,2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak diperlukan. Setelah Sydney, beberapa kota di seluruh dunia ikut berpartisipasi pada Earth Hour 2008 dan di Indonesia sendiri dimulai pata tahun 2009 di Jakarta dengan mematikan listrik di Bundaran HI.
Di mana dengan mematikan lampu selama satu jam yang diilustrasikan dari 10 persen penduduk Jakarta dengan mematikan 2 buah lampu saja selama satu jam, setara dengan menghemat energi sebanyak 300 megawatt yang di akumulasikan dengan mengistirahatkan satu pembangkit tenaga listrik yang sama dengan menghidupkan listrik sebanyak 900 desa.
Lebih lanjut Efransjah mengatakan, gerakan Earth Hour yang dilaksanakan hari ini serentak di 32 Kota di Indonesia, ini merupakan seremonial dengan harapan dapat dilakukan setiap hari oleh masyarakat dengan mematikan 1-5 lampu selama satu jam. Selain itu juga mendukung gerakan Pemerintah Kota Denpasar yang saat ini gencar dalam kepedulian lingkungan. 
“Kami dari WWF Indonesia merasa bahagia diadakannya acara seperti ini dan berharap untuk seluruh masyarakat, agar lebih peduli kepada lingkungan dan menjaga bersama lingkungan sekitar kita, kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar yang selaras dengan kami dalam kepedulian lingkungan serta berperan aktif dalam menjaga kestabilan lingkungan dan hemat energi,” ujarnya.  
Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Denpasar, AA Bagus Sudarsana yang ditemui di sela-sela acara mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung kegiatan ini karena selaras dengan filosofi kearifan lokal Bali yakni dengan hari raya Nyepi.
Meski di Bali telah ada perayaan Hari Suci Nyepi setiap tahunnya dan telah menjadi sebuah budaya yang mendunia, namun langkah ini perlu terus dilakukan.
“Lewat gerakan ini kita bersama-sama melaksanakan gaya hidup lebih ramah lingkungan dan hemat energy demi keberlangsungan kehidupan di masa depan,”sebutnya.
Koordinator Earth Hour Kota Denpasar, Ni Putu Wulan Romianingsih mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar yang telah mendukung dan mengapresiasi acara tersebut. 
“Gerakan Earth Hour merupakan suatu langkah dimana tujuan utama kami untuk mengajak masyarakat mematikan lampu selama 1 jam dan menjadikan bagian dari gaya hidup sehari-hari dari  masyarakat dan untuk masyarakat,”katanya.
Lihat juga...