Kebun Binatang Surabaya Dapat Hadiah Spesial di HUT ke-100

JUMAT, 4 MARET 2016
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA — Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) kedatangan anggota baru berjenis kelamin betina dari pasangan banteng Afrika yang hadir sejak 2013. 
Anak banteng Afrika
“Kabar gembira jelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-100 KBS, kami mendapatkan satu anggota baru, Banteng Afrika yang berjenis kelamin betina pada hari Kamis pukul 04.30 WIB,” terang Pjs. Direktur Utama PDTS KBS, Aschta Boestani Tajudin melalui siaran pers yang diterima Cendana News, Kamis (3/3/2016).
Kelahiran ini merupakan anak kedua dari pasangan Banteng Afrika atau Ankole-Watusi atau Ankole-Bertanduk Panjang ini khusus didatangkan dari Taman Safari II, Prigen- Pasuruan, Jawa Timur. Anak pertama lahir pada tanggal 8 Agustus 2014, berjenis kelamin jantan dan diberi nama Fajar. 
“Anak kedua ini lahir lancar dan selamat dengan bobot 25 kilogram,” jelasnya.
Aschta pun menuliskan kronologi proses persalinan Banteng Afrika ini kepada media. Pada Selasa pagi (1/3/2016), perawat satwa menemukan Watusi Betina (bunting) mengeluarkan lendir yang banyak melalui kelaminnya, setelah diperiksa oleh tim medis diputuskan untuk melakukan pengamatan dan pengawasan intensif.
Kepala Departemen Kesehatan Satwa, drh. Rahmat Suharta menerangkan, kondisi dari bayi betina yang baru lahir ini masih lemah dan butuh pengawasan intensif dari tim medis dan perawatan satwa
“Bayi betina Watusi akan diberikan air susu tambahan dengan takaran 144 Cc setiap 2 jam dengan maksud akan memberikan kekuatan secepatnya untuk bayi dapat berdiri dan selanjutnya akan memudahkan menyusui dari induknya,” tukasnya.
Menurut drh. Rahmat demi tindakan pengamanan,  lokasi induk dan anak betina yang baru lahir terpisah dari induk dan anak jantan.
“Kami akan terus melakukan pantauan dengan periode 24 jam hingga induknya siap mengambil alih perawatan,” tutupnya.
Sekedar informasi, total jumlah Watusi di KBS sekarang menjadi 4 ekor (2 betina dan 2 jantan). Bercirikan tanduk besar dan panjang yang mencapai sampai dengan 2,4 Meter dari ujung ke ujung dan digunakan sebagai alat pertahanan dan dipakai sebagai alat penyeimbang suhu tubuh dikala cuaca panas.
Watusi dewasa mempunyai bobot antara 410-730 kilogram. Masa buntingnya sekitar 8-9 bulan dan rata-rata melahirkan 1 anak setiap kali periode bunting.
Lihat juga...