KAMIS, 24 MARET 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Agus Nurchaliq
MALANG — Pihak Universitas Brawijaya (UB) nampaknya benar-benar fokus untuk menjaga kelayakan dan keamanan makanan yang dijual di setiap kantin. Hal ini diwujudkan dengan diresmikannya “Kantin Akademik Halalan Toyyiban” Kamis (24/3/2016).
![]() |
| Peresmian Kantin Halalan Toyyiban |
Peresmian yang bertempat di kantin Perpustakaan UB ini, dihadiri dan diresmikan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Prof. Nur Syam dan Rektor UB Prof. Mohammad Bisri.
Koordinator peresmian kantin, Dr. Sucipto menjelaskan, Kantin Perpus UB ditetapkan sebagai pilot projek Kantin Akademik Halalan Toyyiban yang nantinya juga akan ditularkan.
“Setelah pilot projek di kantin perpus UB ini sudah berjalan dengan baik, kami akan perlebar ke kantin-kantin yang ada, baik di fakultas maupun di luar fakultas,”jelasnya kepada Cendana News,Kamis (24/3/2016).
![]() |
| Kantin Halalan Toyyiban |
Menurutnya, Kantin Akademik Halalan Toyyiban nantinya akan berkontribusi besar dalam membentuk manusia yang seutuhnya dan manusia yang memiliki budi pekerti yang luhur, tentunya dengan gabungan sistem pendidikan yang sudah ada sebelumnya.
Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, ia bersama dengan timnya mengaku sudah menyusun dan mensosialisasikannya kepada para pedagang mengenai berbagai Standard Operating Procedure (SOP) kehalalan, keamanan, higienitas, standar fasilitas, tarif dan lain sebagainya.
“Kami juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit untuk melakukan pengujian sampel makanan serta memeriksa kesehatan pedagang,”ungkapnya.
Sucipto menyampaikan bahwa Kantin Akademik Halalan Toyyiban juga melibatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), namun begitu menurutnya UMKM yang akan memasukkan produk-produknya ke kantin UB nantinya akan di identifikasi satu per satu sehingga harapannya produk yang masuk ke kantin UB telah tersertifikasi halal atau dikendalikan dengan sistem jaminan halal.
Ia juga mengatakan, untuk kedepannya ia bersama timnya akan mendokumentasikan titik kritis kehalalan dan keamanan pangan mulai dari penerimaan bahan baku, produksi hingga penyajian pangan yang melibatkan riset dari dosen dan juga mahasiswa. Selain itu, ia juga tengah menyiapkan Sistem Jaminan Halal (SJH) yang mengacu pada LPPOM MUI sesuai aturan yang berlaku.
“Berikutnya mendokumentasikan seluruh bahan dan proses, audit internal kehalalan dan keamanan kantin UB serta mengajukan sertifikasi halal ke LPPOM MUI Jawa Timur,”terangnya.
Sucipto berharap Kantin Akademik Halalan Toyyiban dapat mengajarkan kepada civitas akademika dan pedagang khususnya yang ada di UB memiliki sifat jujur dalam meraih rejeki yang halal dan berkah sehingga dapat berkontribusi membentuk generasi berkarakter mulia.
