Hari Air Sedunia, Mahasiswa Pengairan UB Gelar Aksi Teatrikal

MINGGU, 27 MARET 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Agus Nurchaliq

MALANG — Dalam rangka rangkaian peringatan hari air sedunia yang di peringati setiap tanggal 22 Maret yang lalu, Himpunan Mahasiswa Pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) menggelar aksi teatrikal manusia air di acara Car Free Day, Minggu (27/3/2016).
Aksi treatikal
Ketua pelaksana, Abdul Haris menjelaskan, aksi teatrikal manusia air ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari air sedunia. Melalui aksi ini, ia dan teman-temannya ingin mengedukasi sekaligus menceritakan mengenai kondisi air yang ada sekarang dibandingkan dengan kondisi air pada beberapa puluh tahun yang lalu.
“Contohnya saja air Sungai Berantas pada sekitar 20 tahun yang lalu kondisinya masih bersih, berbeda dengan keadaannya yang sekarang. Terakhir saya ke sungai Berantas kondisi air sudah berwarna cokelat, apalagi saat turun hujan air akan semakin cokelat. Hal tersebut menandakan bahwa kondisi air sungai Berantas sudah mencemaskan yang disebabkan banyak faktor, salah satunya yaitu masih banyak masyarakat sekitar sungai yang membuang sampah sembarangan,”jelasnya kepada Cendana News, Minggu (27/3/2016).
Sebelum menggelar kegiatan hari ini, Haris bersama tema-temannya pada tanggal 20 Maret 2016 sudah terlebih dulu mengadakan acara bersih-bersih daerah sungai di Kecamatan Temas Kota Batu dan memberi edukasi kepada masyarakat sekitar sungai agar jangan sampai membuang sampah ke ke sungai.
“Selain kedua acara tersebut, pada tanggal 13 Maret 2016 kami juga telah melakukan kegiatan kreativitas anak cinta lingkungan. Dalam acara tersebut kami memberikan pendidikan sekaligus mengajarkan kepada anak-anak dan para orang tua cara menjernihkan air serta mengolah sampah secara sederhana,”terangnya.
Sedangkan pada tanggal 22 Maret ia juga menggelar pawai dan orasi di lapangan UB.
“Dalam berbagai kegiatan yang kami lakukan, sebenarnya kami hanya ingin mengajak masyarakat khususnya yang ada di kota Malang untuk sama-sama menjaga lingkungan terutama air,”harapnya.
Selain aksi teatrikal, dalam gelaran acara yang diadakan di jalan Simpang Balapan ini juga terdapat beberapa lukisan mural dan foto-foto mengenai manfaat air bagi kehidupan. Di akhir acara, mahasiswa pengairan UB ini mengajak pengunjung untuk sama-sama membacakan “Demokrasi Atas Air” yang berisi :
– Air adalah anugerah Tuhan, bukan dapat dari pabrik
– Air sangat vital bagi kehidupan. Tak ada berarti mati
– Air dan kehidupan sangat terkait
– Air harus gratis untuk urusan pangan
– Air itu terbatas dan bisa habis
– Air harus di lindungi
– Air adalah milik umum
– Tak seorangpun berhak merusak air
– Air tidak bisa di ganti
Lihat juga...