MINGGU, 27 MARET 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
LOMBOK — Kalau sebelumnya harga jagung empat ribu rupiah per kilo, kini turun menjadi Rp.3.700 per kilo, harga tersebut sama dengan harga pokok pembelian (HPP) yang ditetapkan pemerintah pusat terhadap harga beli jagung petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).
![]() |
| Proses penjemuran jagung |
Mindri, petani jagung Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan, menurunnya harga jagung disebabkan jumlah jagung yang beredar di pasaran sudah banyak.
“Biasa kalau petani sudah banyak yang panen dan jagung banyak beredar di pasaran, pasti harganya menurun” kata Mindri di Lombok Tengah, Minggu (27/3/2016).
Sanum pengepul asal Desa Mangkung, Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, harga jagung terkadang bisa turun sampai 1500 rupiah perkilo, harga jagung biasa mahal di awal dan akhir panen, karena kalau awal panen, belum banyak jagung yang beredar, sementara kalau di akhir, jumlah jagung sudah sedikit.
“Kalau kita sebagai pembeli tentu mengikuti harga pasaran, karena tidak mau sampai mengalami kerugian, kalau harga di pasaran mahal, maka jagung petani pasti kita beli mahal, yang jelas prinsipnya sama – sama saling menguntungkan,” katanya.