KAMIS, 17 MARET 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN — Earth Hour Indonesia kembali mengkampanyekan merubah gaya hidup dengan hemat energi yang akan dimulai pada 19 Maret mendatang. Kampanye hemat energi tersebut dengan mematikan lampu selama satu jam khususnya energi listrik yang tidak digunakan.
![]() |
| Konfrensi pers Earth Hour 2016 |
“Kampanye hemat energi ini setiap tahun kami gaungkan agar gaya hidup masyarakat bisa berubah, khususnya menggunakan energi listrik sesuai dengan kebutuhan,” kata Ketua Panitia Earth Hour 2016, Yoga Pratama saat Press Conference di Balikpapan, Kamis (17/3/2016).
Menurutnya, kampanye yang dilakukan voluntir earth hour tidak hanya hemat energi namun berbagai program, diantaranya mewujudkan kota Balikpapan yang ramah lingkungan, dan melaksanakan berbagai program yang berkaitan dengan isu lingkungan.
“Program yang masih dilaksanakan hingga kini yakni pelestarian mangrove, pengurangan sampah plastik, penghematan energi, pengurangan emisi dan lainnya,” terangnya, Rabu Malam (16/3/2016).
Lanjut Yoga, aksi kali ini akan dilaksanakan pada 19 Maret mendatang mulai pukul 19.00 Wita. Pada tanggal tersebut ada aksi mematikan lampu selama satu jam yang artinya mematikan energi listrik yang tidak digunakan sebagai langkah awal merubah kebiasaan dengan hemat energi.
“Dan yang perlu dipahami aksi mematikan lampu ini, aksi yang bersifat sukarela untuk membiasakan diri bergaya hidup hemat energi dan ramah lingkungan,” tandasnya di Grand Sudirman Balikpapan.
Pada 19 Maret mendatang banyak perusahaan yang akan berpartisipasi dari perhotelan, restoran hingga perusahaan dan kantor pemerintahan.
Diketahui, Earth Hour di Balikpapan terbentuk sejak tahun 2012 lalu terdiri dari voluntir-voluntir yang peduli akan lingkungan dan penghematan energi.
Yoga menyebutkan, berbagai kampanye aktif dalam mengedukasi pelajar-pelajar juga dilakukan dari sekolah ke sekolah hinga ruang publik yang ada keramaian.
“Tujuannya mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan gaya hidup menjadi ramah lingkungan. Dan mengedukasi masyarakat terhadap ancaman perubahan iklim global,” tutupnya.