SELASA, 1 MARET 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
MATARAM — Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda, AKP Agus Dwi Ananto menyebutkan, Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk daerah yang rentan menjadi daerah predaran. Selain daerah kepulauan dengan banyaknya pintu masuk melalui darat maupun udara, juga merupakan daerah tujuan pariwisata yang banyak dikunjungi.
| Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB tengah saat menggelar konferensi pers terkait narkoba seberat 20 kilogram di kantor Polda NTB |
“NTB itu selain merupakan daerah kepualauan dengan banyak pintu masuk juga merupakan daerah tujuan pariwisata tempat berkumpulnya banyak orang, sehingga rawan terjadi predaran narkoba” kata Agus di Mataram, Selasa (1/3/2016).
Karena itu tempat dan titik yang selama ini sering disebut sebagai surga predaran narkoba akan terus mendapatkan pengawasan termasuk memperketat jalur pintu masuk baik darat maupun udara dari aparat kepolisian bersama aparat lain termasuk dari petugas imigrasi.
Ditambahkan, modus para pelaku peredaran narkoba untuk mengelabui petugas kepolisian sekarang ini juga semakin canggih, tidak lagi melalui cara-cara tradisional seperti dulu dengan membawa lansung atau memasukkan dalam tas.
“Pengiriman narkoba dari luar masuk NTB bisa melalui jasa pengiriman, memasukkan dalam barang bawaan maupun cara lain yang tidak bisa diduga untuk mengelabui aparat kepolisian,” katanya.