SELASA, 8 MARET 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia menyatakan, hingga saat ini Kabupaten Sumenep yang merupakan daerah ujung timur Pulau Madura, Jawa Timur masih masuk kategori daerah aman radikalisme, namun juga perlu diwaspadai sejak dini agar tidak sampai.
![]() |
| Brigadir Jenderal Polisi Herwan Chaidir , Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia |
“Karena radikalisme yang bermuara kepada terorisme itu memiliki mata rantai, artinya bisa terjadi, seperti di Thamrin sebagai contoh, pelakunya ada beberapa orang, tapi jaringan yang lain banyak tertangkap di berbagai daerah, jadi kami melihat dari peta saat ini yang ada yaitu peta intelejen Sumenep masih kategori aman,” kata Brigadir Jenderal Polisi Herwan Chaidir, Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia, Selasa (7/3/2016).
Disebutkan, bahwa meskipun daerah ini masuk kategori aman memang perlu ada kewaspadaan, sebab dulu pada zamannya Imam Samudera ada salah satu rekannya yang tertangkap di Kabupaten Sumenep, sehingga harus melakukan antisipasi sejak dini, agar jaringan radikalisme tidak lagi masuk di daerah ujung timur Pulau Garam ini.
“Sifat dari pada radikalisme dari jaringannya masih ada kelompok-kelompok yang masih ingin melestarikan ide dan cita-cita pendiri terdahulu,” jelasnya saat diwawancari Cendana News di Sumenep.
Apabila ketika dikaitkan dengan adanya orang pendatang yang pernah memiliki hubungan dengan pelaku bom Bali pada waktu itu, apalagi mereka sampai bersembunyi dan berkeluarga di daerah ini, maka tidak menutup kemungkinan ada nilai-nilai yang berkepentingan serta kontaminasi paham, sehingga juga perlu diwaspadai sejak awal, supaya tidak mudah masuk dan menyebarkan gerakan radikalisme.